Suara.com - Anggota polisi lalu lintas Polda Metro Jaya yang terekam video tengah memarahi sopir bus Transjakarta TJ-149 koridor 9 adalah Brigadir M. Kasus ini kemudian heboh di media sosial dan polisi tersebut dikecam.
Tapi, bagaimana ceritanya Brigadir M memutuskan mengambil tindakan tersebut? Setelah Brigadir M diperiksa, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris besar Martinus Sitompul pun mengungkapkan hasilnya, Kamis (26/3/2015).
Insiden itu terjadi pada Selasa (24/3/2015). Awalnya, seorang pengendara sepeda motor mengadu kepada Aipda KH karena nyaris ditabrak bus Transjakarta di persimpangan depan Plaza Semanggi dari arah Slipi menuju Pancoran pukul 15.14 WIB.
Selang beberapa menit kemudian, Brigadir M yang kebetulan sedang berdinas di sekitar TKP mendatangi pengendara sepeda motor yaitu Aipda KH. Gara-gara insiden itu, terjadi kemacetan luar biasa.
"Brigadir M datang ke situ, kemudian terjadi keributan kecil. Kemudian naik ke atas bus menjelaskan," kata Martinus kepada wartawan di Polda Metro Jaya.
Akhirnya, Brigadir M naik ke atas bus Transjakarta dan meminta supir menyerahkan surat ijin mengemudi.
Namun, kata Martinus, supir enggan memberikan SIM kepada Brigadir M. Sikap supir bus yang dikelola BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu rupanya membuat Brigadir M naik pitam hingga terucap kata-kata tidak mengenakkan telinga. Situasi semakin panas dan seluruh penumpang bus pun turun.
Takut terjadi apa-apa, Ipda Supono yang merupakan atasan Brigadir M melerai.
"Supono atasan Brigadir M naik, kemudian dia menanyakan apakah ada korban (dalam kecelakaan), kalau tidak ada korban luka silakan berdamai," kata dia.
Martinus menambahkan saat ini Polda Metro terus mendalami video Youtube berjudul 'polisi bela pengendara motor yang masuk jalur busway.'
"Apakah mix trafik atau bukan atau memang orang ini melanggar sebelumnya kami masih dalami," kata Martinus.
Kasus ini terungkap lewat video yang kemudian diunggah ke YouTube pada tanggal 24 Maret 2015. Video tersebut diunggah oleh pengguna Youtube bernama ipanase megison.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan