Suara.com - DA, nama inisial ABG cantik asal Bogor, Jawa Barat. DA berusia 14 tahun dan harus kehilangan keperawanan di Diskotek kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara.
Cerita itu bermula ketika DA menjadi perempuan penghibur di diskotek itu. Namun itu bukan keinginan DA, dia dijebak.
Kisah itu dimulai Kamis (12/2/2015). Tetangganya menawarkan keluarga DA mendapatkan gaji besar kerja di Jakarta. Ruminah, ibunda DA tergiur. Bagaimana tidak tetangga DA, Y dan WU menawarkan gaji Rp12 juta dengan bekerja di restoran.
Lima hari kemudian, 16 Februari 2015, Ruminah yang sedang hamil sembilan bulan diminta Y dan WU menandatangani surat izin untuk memperkerjakan DA di Jakarta. DA dibawa WU, Ruminah diberikan uang Rp2,2 juta. Menumpang KRL Commuter Line, mereka ke Jakarta. DA pun diungsikan ke apartemen WU di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sore harinya, DA dibawa ke apartemen di Kelapa Gading. Dia dikenalkan kepada 3 orang. Saat itu DA tidak sendiri. Ada sejumlah ABG perempuan telihat mengenakan pakaian dalam.
DA di sana sampai malam. Para ABG perempuan itu menjalani tes body. DA pun ditelanjangi dengan hanya menggunakan celana dalam. DA sempat menolak. Namun tak berdaya.
DA lulus test body. Satu jam kemudian dia dibawa ke sebuah diskotik di kawasan Kelapa Gading. DA langsung dipekerjakan sebagai perempuan penghibur. Dia melayani pria hidung belang di sana dengan hanya memakai pakaian dalam. DA di sana sampai pukul 05.00 WIB.
Keesokan harinya, DA kembali bawa ke diskotek yang sama. Dia dikenalka dengan dua pria, GU dan ITU. Pada pukul 23.00 WIB, DA diminta untuk melayani tamu berkewarganegaraan asing hingga pukul 02.00 WIB dinihari dan saat menemani tamu tersebut DA mabuk karena tidak terbiasa minuman keras sehingga dibawa ke sebuah kamar di diskotik tersebut oleh tamu tadi.
Dari pukul 02.00 WIB hingga 12.00 WIB siang, DA tidak sadarkan diri dan baru tersadar ketika sudah berada di apartemen dan mendapati bercak darah di alat vital. Dan pada malam harinya pada pukul 20.00 WIB, DA disuruh bekerja di diskotik K dengan dikawal oleh I dan sejumlah body guard dan pada pukul 22.00 WIB sampai 04.00 WIB DA menemani dua tamu, kemudian pulang dikawal oleh I.
Melarikan diri
Tak tahan menjadi perempuan penghibur. DA kabur menggunakan taksi menuju rumahnya di Bogor. Dia memanfaatkan kelengahan bosnya. Namun 20 Febuari, DA dicari oleh WU, GU, dan R di rumah di Bogor. Namun karena tidak menemukan DA, ketiganya membawa Ruminah yang sedang hamil ke Jakarta sebagai jaminan hingga DA ditemukan. Sang ibu pun dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan dan juga diancam.
Tiga hari kemudian, Ruminah melaporkan kasus perdagangan anak dan asusila tersebut ke Polres Bogor. Namun pada saat yang sama, pelaku GU, I, dan R juga melaporkan DA dan Ruminah ke Polsek Kelapa Gading dengan tuduhan penipuan. Karena sudah menerima uang, tapi kabur dari tempat kerja.
Sejak saat itu DA dan Ruminah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian wilayah yang berbeda. Saat ini, 'penjual' DA sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ada 4 orang yang ditetapkan. Saat ini DA dan Ruminah dalam perlindungan di rumah aman oleh KPAI dan LPSK.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Nyumarno Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kunang
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Pelaksanaan SNBP Terbaru
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional