Suara.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi, Jawa Barat, kekurangan stok golongan darah A untuk didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan di sejumlah rumah sakit.
"Sudah tiga bulan terkahir kami mengalami kesulitan untuk menambah pasokan golongan darah A yang dibutuhkan pasien," ujar Pelaksana Teknis Unit Donor Darah PMI Kota Bekasi, Lisa Nodya, di Bekasi, Sabtu (4/4/2015).
Meski belum dapat merinci jumlah stok untuk golongan darah A, namun Lisa melihat kondisi itu dari minimnya perolehan golongan darah A dalam setiap kegiatan donor darah yang dilakukan.
Lisa mencotohkan, pada penyelenggaraan kegiatan donor darah di Kantor DPC PDIP Kota Bekasi, Sabtu ini, pihaknya hanya memperoleh stok golongan darah A dalam jumlah sedikit.
"Dari 72 pendonor yang datang, jumlah pasokan darah yang kami peroleh berjumlah 41 kantong darah. Golongan darah A sebanyak 8 kantong, golongan darah B ada 13 kantong, golongan darah O sebanyak 20 kantong, sementara AB tidak ada," katanya.
Menurut dia, stok golongan darah O di kantor pelayanan PMI Kota Bekasi cukup banyak, sementara golongan darah B dan AB masih seimbang dengan kebutuhan pasien.
"Untuk golongan darah lain kebutuhannya bisa diatasi dengan menambah jumlah pendonor darah sukarela di Kota Bekasi. Saat ini ada sebanyak 2.000 orang aktif menjadi pendonor darah," katanya.
Pihaknya juga aktif menjalin kerja sama dengan sejumlah klinik, perusahaan, instansi, hingga tokoh agama untuk bersama-sama menghimpun pendonor lewat kegiatan donor darah.
"Kegiatan donor darah cukup bagus animonya dari masyarakat dalam membantu PMI Kota Bekasi agar nantinya bisa menyediakan pasokan darah yang jumlahnya sesuai dengan kebutuhan pasien," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
BRI Insurance Targetkan 1.000 Kantong Darah dalam Aksi Donor Nasional
-
Menerobos 'Lorong Hitam' Lantai 26: Kisah Joy Lolos dari Kebakaran Apartemen Mediterania
-
Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman
-
Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan
-
Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi