Suara.com - Memanasnya konflik di Yaman membuat Kementrian Luar Negeri mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut untuk kembali ke tanah air. Namun bagaimana kata WNI yang sempat berada di Yaman?
"Kalau saya pribadi melihat kondisi di sana nyaman-nyaman saja, jadi Insya Allah nyaman, gak ada bahaya apa-apa. Ya mungkin hidup di negara seperti itu yang lagi perang mungkin bahaya fifty-fifty yak mas, antara kena bom antara nggak," kata Abdulrahman Mahasiswa Universitas Darul Ulum Syariah, Yaman kepada suara.com di Common Lounge, Bandara Soekarno Hatta, Terminal 2, Cengkareng, Minggu (5/4/2015).
Abdulrahman bahkan menerangkan, dirinya kembali ke tanah air semata-mata lantaran untuk menenangkan orang tua yang khawatir melihat kabar di Yaman yang sangat mencekam.
"Tapi saya pribadi saya sangat tenang, beda sama keluarga yang gak tau kondisi disana seperti apa, cuma dengar kabar gitu aja. Tapi saya disana biasa aja," kata dia.
Pelajar asal Madura itu berharap agar kondisi di Yaman dapat segera kembali kondusif, sehingga dirinya dapat kembali untuk menyelesaikan studinya.
"Saya berharap, semoga cepet reda konflik disana, biar bisa balik (untuk menyelesaikan kuliah), saya sudah 3 tahun di sana," tutup Abdulrahman.
Seperti diberitakan, saat ini situasi di Yaman tengah memanas. Pemberontak dengan pemerintah Yaman pun saling melancarkan serangannya dengan roket maupun bom. Mencekamnya keadaan Yaman mendorong pemerintah Indonesia mengevakuasi WNI untuk sementara waktu samapi kondisi disana benar-benar kondusif.
Berita Terkait
-
Yaman Bersorak: Pendukung Houthi Rayakan Gencatan Senjata Hamas-Israel sebagai Kemenangan Palestina
-
Langit Madinah Mencekam, Diduga Rudal Houthi Dicegat Pertahanan Arab Saudi
-
PM Israel Sebut Invasi Gaza 'Misi Suci': Warga Yaman Murka, Siap Lawan!
-
Jika Iran Diserang, Houthi Yaman Bakal Gempur Kapal AS di Laut Merah
-
Pemerintah Evakuasi 10 WNI dari Yaman Kembali ke Tanah Air
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!