Suara.com - Kongres PDI Perjuangan ke IV di Hotel Bali Beach, Sanur, Bali, pada 9-11 April 2015, rencananya akan diikuti oleh 10 ribu orang, yang terdiri dari, peserta, tamu, pendukung, dan simpatisan.
Steering Committee Kongres IV PDI Perjuangan Andreas Pareira di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (7/4/2015), menambahkan ada 1.542 peserta utusan dari DPC dan 102 peserta dari DPD. Utusan ini dipilih melalui rapat di tingkat kabupaten/kota dan provinsi secara musyawarah mufakat.
Kongres ini, katanya, juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, anggota DPR, menteri, gubernur, bupati/wali kota.
"Presiden Joko Widodo juga diundang sebagai kader PDI Perjuangan," ujarnya.
Di acara pembukaan, kata Andreas, akan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, menteri, pimpinan partai politik, pimpinan lembaga tinggi negara, pimpinan organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat.
Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah menambahkan kongres nanti akan menetapkan Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan lagi. Hal itu, kata dia, sesuai dengan hasil Rapat Kerja Nasional di Semarang tahun 2014.
"Inti kongres ini adalah meminta untuk penetapan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum," kata Basarah.
Dengan demikian, katanya, dengan dipilihnya Megawati, membuktikan bahwa demokrasi musyawarah mufakat bisa diambil.
"Ini kabar menggembirakan, demokrasi kita masih bisa menggunakan musyawarah mufakat untuk mengambil keputusan," ujarnya.
Selain itu, dalam kongres nanti juga untuk mendengarkan laporan pertanggungjawaban DPP PDI Perjuangan periode 2010-2015, membahas materi AD/ART, kebijakan, dan sikap partai.
Berita Terkait
-
Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!
-
Kritik Pengamanan Demo BEM UI, Megawati: Panggil Polisi Sini, Mau Tangkap Saya? Ayo!
-
Suara Lantang Megawati di Usia Mau 80 Tahun: Menolak Diam Saat Harga Pangan Mencekik Rakyat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!