Suara.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengaitkan peristiwa ledakan di Jalan Jati Bunder VII, RT 16/9, Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan aksi teroris.
Menurut Neta, peristiwa itu menunjukkan bahwa sesulit dan sekecil apapun peluangnya, kelompok radikal tetap berusaha menebar teror. Peristiwa ini, katanya, sekaligus menunjukkan para teroris semakin kesulitan mendapat bahan peledak, tapi tetap menciptakan modus baru dan bahan peledak baru, yakni bom lempar.
Dari pendataan IPW, kata Neta, kasus Kebon Kacang adalah modus baru kedua yang dipertontonkan kelompok radikal di tahun 2015. Pertama adalah ledakan di gedung ITC Depok, Jawa Barat. Tujuan yang ingin dicapai adalah efek kebakaran hebat, tapi untungnya gagal, kata Neta, Kamis (9/4/2015).
"Kedua, ledakan di Tanah Abang. Efek yang ingin dicapai adalah ledakan kecil, tapi di banyak tempat, yang melukai korban dengan tebaran paku. Untungnya, Polri berhasil dengan cepat menyita puluhan bom lempar tersebut," katanya.
Neta menduga para teroris berusaha melakukan aksi balas dendam, setelah basis kekuatan mereka diobrak-abrik Polri di sepanjang 2013 dan 2014. Menurut Neta sasaran mereka tidak lagi kepentingan asing, tapi ledakan-ledakan kecil di pusat-pusat keramaian sehingga format bahan peledak yang mereka buat berbentuk mini agar efektif dan efisien.
"Biasanya yang ahli dalam hal ini adalah Kelompok Klaten, yang beberapa waktu lalu pernah membuat bom pasta gigi, bom baju dan bom ransel. Kelompok Klaten tergolong kekuatan baru yang merupakan gabungan eks Moro dan eks Afghanistan. Selama ini ada persaingan tajam antara eks Moro dengan eks Afghanistan. Sebab kelompok eks Afghanistan merasa kastanya lebih tinggi dan selalu menganggap enteng eks Moro. Namun dengan munculnya ISIS di Timteng keduanya terkonsolidasi lewat Kelompok Klaten maupun Kelompok Poso yang dikomando Santoso," kata Neta.
Neta menambahkan terkonsolidasinya kelompok itu patut dicermati Polri. Selain itu, kata Neta, yang perlu diantisipasi adalah orang-orang Indonesia yang bergabung dengan ISIS di luar negeri. Jika mereka pulang, kata dia, berarti ada tiga kelompok radikal yang berpotensi menjadi kelompok teroris di Indonesia, yakni eks Afghanistan, eks Moro, dan ISIS.
"Saat ini ada ratusan orang Indonesia yang sudah bergabung dengan ISIS dan ada ribuan TKI di kawasan Timteng yang berpotensi "digarap" ISIS. Sementara di Indonesia masih terdapat sejumlah daerah rawan radikalisme, seperti Sulteng, Jakarta, Aceh, Sumut, Lampung, Klaten, Solo, Jatim, Bima (NTB), Maluku, dan Papua," kata dia. "Polri perlu bekerja keras mengantisipasi semua ini dan IPW memberi apresiasi kepada Polri yang bekerja cepat melokalisir kasus Tanah Abang hingga berhasil menyita puluhan bom lempar."
Ledakan di Kebon Kacang, Rabu (8/4/2015) sekitar jam 14.15 WIB, mengakibatkan empat korban terluka dan saat ini mereka dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Mereka adalah Feri Andiyanto (31) asal Indramayu yang tinggal di Jalan Jabun RT 16/09 Kebon Kacang, Amir (30) asal Tasikmalaya yang tinggal di Jalan Jabun III RT 6/9 Kebon Kacang, Asep Samsudin (67) asal Garut yang tinggal di Jalan Jabun VII RT 16/9 Kebon Kacang, dan Rustam alias Suro yang juga tinggal di Kebon Kacang.
Ledakan di Kebon Kacang menggemparkan warga. Suara ledakan sangat keras terdengar, bahkan menggetarkan rumah warga yang berada di sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
Dari TKP, polisi menemukan buku karangan Taufiq Ismail berjudul warna merah "Katastofi Mendunia" dengan sub judul Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maoisma, dan Narkoba.
Buku disita bersamaan dengan barang bukti lain, seperti 49 bungkusan plastik warna hitam berisi benda berukuran bola tenis, serpihan paku, dan empat galon air minum.
Sejauh ini, polisi belum menyimpulkan apakah ledakan ini ada kaitannya dengan kegiatan teroris atau tidak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek