- ICW dorong larangan politisi berbisnis di sektor yang memperparah krisis iklim.
- Mayoritas politisi muda sepakat batasi keterlibatan pebisnis ekstraktif di lembaga legislatif.
- ICW ungkap enam puluh persen anggota DPR memiliki latar belakang bisnis.
Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar forum debat bertajuk 'Kepung ICW vs 6 Politisi' di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026). Mengusung format diskusi dinamis, ICW mempertemukan enam politisi muda lintas partai untuk menanggapi mosi; politisi yang duduk di legislatif dilarang menjalankan bisnis yang memperparah krisis iklim.
Koordinator ICW, Almas Sjafrina, menegaskan bahwa krisis iklim merupakan hasil dari keputusan politik yang salah. Ia menilai konflik kepentingan finansial, terutama dalam bisnis ekstraktif seperti tambang batu bara, nikel, dan perkebunan sawit, menjadi celah utama pembajakan kebijakan publik.
Mayoritas Anggota DPR Berlatar Belakang Pebisnis
ICW mengungkapkan data bahwa lebih dari 60 persen anggota DPR memiliki latar belakang bisnis, dengan ratusan di antaranya terafiliasi dengan sektor ekstraktif dan alih fungsi lahan. Almas meragukan lahirnya kebijakan pro-lingkungan jika pembuat regulasi sendiri memiliki kepentingan bisnis yang merusak ekologi.
Menurutnya, regulasi seperti UU Minerba dan UU Cipta Kerja mencerminkan risiko tersebut. ICW menyoroti pasal-pasal yang dinilai melemahkan perlindungan lingkungan serta potensi kriminalisasi warga yang memprotes aktivitas tambang.
“Melarang anggota DPR atau DPRD memiliki bisnis yang merusak lingkungan adalah langkah minimal bagi transparansi kebijakan,” ujar Almas, Sabtu (26/2/2026).
Respons Beragam dari Lintas Partai
Mayoritas politisi yang hadir menyatakan kesepakatannya terhadap mosi tersebut dengan berbagai sudut pandang:
- Partai Buruh: Margianta menekankan bahwa politik Indonesia terlalu didominasi elite pebisnis yang memicu mahalnya biaya kontestasi. Ia menyebut Partai Buruh memiliki mekanisme constituent recall untuk menarik kader yang terindikasi konflik kepentingan atau merusak lingkungan.
- PKS: Musthofa Faruq mendesak adanya payung hukum yang eksplisit dalam undang-undang yang secara tegas menyebutkan sektor-sektor terlarang bagi politisi, seperti pertambangan dan perkebunan sawit.
- PKB: Riezal Ilham Pratama menekankan aspek sense of urgency terkait kedaruratan iklim. Ia sepakat bahwa pelaku bisnis yang mempercepat krisis iklim seharusnya dilarang terlibat di parlemen dan mendesak evaluasi total terhadap UU Kehutanan serta UU Minerba.
- PDIP: Cintya Amanda Labetta menegaskan komitmen ekologis partainya dan memberikan autokritik. Ia sepakat bahwa pembuat aturan tidak boleh terjebak dalam kenyamanan bisnis ekstraktif saat mewakili rakyat. PDIP saat ini tengah menyusun kajian mendalam terkait pencegahan korupsi ekologis.
Langkah Awal Reformasi Politik Hijau
Baca Juga: Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
Meskipun terdapat perbedaan pendekatan teknis, forum ini menyepakati bahwa konflik kepentingan bisnis ekstraktif adalah persoalan serius bagi tata kelola negara.
ICW menekankan bahwa pembersihan arena politik dari intervensi bisnis yang merusak alam merupakan prasyarat mutlak sebelum mewujudkan transformasi ekonomi hijau di Indonesia.
Debat yang diwarnai sesi tanya silang ini ditutup dengan refleksi bersama bahwa krisis iklim bukan sekadar isu lingkungan, melainkan krisis representasi politik yang mendesak untuk dibenahi.
______________________________
Reporter: Dinda Pramesti K
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!
-
Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
-
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Serangan ke Iran, Risiko Perang Regional Sangat Nyata
-
Angkat Tema Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat, PLN Journalist Awards 2025 Apresiasi 18 Karya
-
Drone Iran Hantam Menara Burj Al Arab di Dubai
-
Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Jenderal Iran Dikabarkan Tewas, AS Mulai Operasi Militer Bareng Israel