Joko Widodo (Jokowi) dan Eva Kusuma Sundari. (Twitter @evndari)
Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari meminta maaf di depan publik. Sebab Eva sempat menyebutkan Ketua DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae diringkus KPK dalam operasi tangkap tangan di Hotel Sanur Bali.
"Saya mendapat informasi dari teman-teman di Bali kalau yang memberikan pernyataan ke media ini juga telah meminta maaf ke Ketua DPRD Maluku. Jadi pemberitaan yang disampaikan media nasional itu sudah diklarifikasi dan sudah selesai," kata Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw di Ambon, Sabtu.
Karena sebenarnya yang ditangkap petugas KPK adalah Adriansyah, anggota komisi IV DPR-RI asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan (Kalsel). Richard juga menegaskan kalau Ketua DPRD Maluku tidak akan melaporkan persoalan ini kepada Megawati.
"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Maluku dan dijelaskan kalau dirinya bersama para ketua DPD PDI Perjuangan dari provinsi lain sedang bersilaturahim dengan ketua umum Megawati Soekarno Putri yang terpilih secara aklamasi untuk periode lima tahun ke depan," katanya.
Beredarnya pemberitaan Edwin Huwae yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku ini tertangkap KPK saat operasi tangkap tangan disampaikan salah satu kader PDIP dari tingkat dewan pengurus pusat, Eva Sundari. Informasi yang beredar, OTT terjadi di sebuah hotel di Sanur, Bali. Di kawasan yang sama saat Kongres IV PDI Perjuangan dan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari mengatakan, kader PDIP yang tertangkap dalam OTT KPK tersebut adalah EH, asal Maluku.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae menjelaskan keluarga maupun kader partai merasa kecewa dan sangat dirugikan dengan pemberitaan seperti ini. Apalagi yang menjadi narasumber dalam pemberitaan miring itu adalah kader partai dari tingkat pusat.
"Yang jelas saya merasa kecewa dan dirugikan serta dizolimi dengan pemberitaan yang tidak benar seperti ini," ujar Edwin. (Antara)
"Saya mendapat informasi dari teman-teman di Bali kalau yang memberikan pernyataan ke media ini juga telah meminta maaf ke Ketua DPRD Maluku. Jadi pemberitaan yang disampaikan media nasional itu sudah diklarifikasi dan sudah selesai," kata Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw di Ambon, Sabtu.
Karena sebenarnya yang ditangkap petugas KPK adalah Adriansyah, anggota komisi IV DPR-RI asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan (Kalsel). Richard juga menegaskan kalau Ketua DPRD Maluku tidak akan melaporkan persoalan ini kepada Megawati.
"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Maluku dan dijelaskan kalau dirinya bersama para ketua DPD PDI Perjuangan dari provinsi lain sedang bersilaturahim dengan ketua umum Megawati Soekarno Putri yang terpilih secara aklamasi untuk periode lima tahun ke depan," katanya.
Beredarnya pemberitaan Edwin Huwae yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku ini tertangkap KPK saat operasi tangkap tangan disampaikan salah satu kader PDIP dari tingkat dewan pengurus pusat, Eva Sundari. Informasi yang beredar, OTT terjadi di sebuah hotel di Sanur, Bali. Di kawasan yang sama saat Kongres IV PDI Perjuangan dan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari mengatakan, kader PDIP yang tertangkap dalam OTT KPK tersebut adalah EH, asal Maluku.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae menjelaskan keluarga maupun kader partai merasa kecewa dan sangat dirugikan dengan pemberitaan seperti ini. Apalagi yang menjadi narasumber dalam pemberitaan miring itu adalah kader partai dari tingkat pusat.
"Yang jelas saya merasa kecewa dan dirugikan serta dizolimi dengan pemberitaan yang tidak benar seperti ini," ujar Edwin. (Antara)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Lelah Fisik dan Mental, STY Kasih Porsi Latihan Khusus 6 Pemain Timnas Indonesia di Persija
-
BRI KKB Expo 2026 Digelar Serentak, Ada Beragam Promo untuk Pembelian Kendaraan
-
Wujudkan Mobil Impian, BRI KKB Expo 2026 Tebar Promo Suku Bunga Mulai 1,81 Persen
-
Kronologi Ricuh Hari Damai Aceh di Masjid Baiturrahman, Situasi Panas Saat Ada Teriakan 'Merdeka'
-
Cuma Selangkah ke Stasiun Manggarai, PT KAI Siapkan 1.232 Apartemen Murah
-
BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang, Tawarkan Promo Pembiayaan Kendaraan dan Mobil Listrik
-
131 Cabang Serentak Gelar BRI KKB Expo 2026, Yuk Wujudkan Mobil Impian
-
Homeless Media, Instrumen Penting Bantu Suarakan Isu Lingkungan Dekat Masyarakat
-
Rumah Eks Menkominfo Johnny G Plate Ambruk, Korban Tewas Gempa NTT 47 Orang
-
BRI KKB Expo 2026 Sambangi 131 Cabang, Mobil Impian Siap Dibawa Pulang