Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meminta para guru untuk menjaga integritas dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015.
"Bapak ibu harus menjaga integritas. Semoga hasilnya baik, nilai juga tinggi," ujar Anies saat inspeksi mendadak di SMKN 20 Jakarta, di Jakarta, Senin (13/4/2015).
UN tingkat SMA/SMK berlangsung 13 April hingga 15 April. UN hari pertama adalah pelajaran Bahasa Indonesia.
SMKN 20 Jakarta merupakan tempat pengambilan naskah UN dan Lembar Jawaban UN (LJUN).
Terdapat 78 sekolah yang mengambil naskah soal dan LJUN di sekolah tersebut.
"Saya sangat menghargai peran bapak/ibu. Saya titip UN agar berjalan lancar," pesan dia.
Jika ada masalah, lanjut dia, bisa diselesaikan di sekolah dengan jalan musyawarah mufakat.
Anies menjelaskan sejauh ini persiapan UN berjalan lancar. Anies juga berharap pelaksanaan UN berjalan lancar.
"Persiapan matang, semoga tidak ada masalah," harapnya.
Kepsek SMKN 20 Suprajono menjelaskan terdapat 233 siswa yang menjadi peserta UN di sekolahnya.
"UN di SMKN 20 masih berbasis kertas. Kami memotivasi anak-anak agar semangat belajar," kata Suprajono.
Selain pelaksanaan UN berbasis kertas, Kemdikbud juga melakukan ujicoba pelaksanaan UN berbasis komputer atau "Computer Based Test" (CBT).
UN berbasis komputer diselenggarakan di 585 SMA/SMK dan SMP di Tanah Air. (Antara)
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat
-
Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga