News / Nasional
Selasa, 03 Februari 2026 | 18:13 WIB
Momen Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ketika menjenguk istri mendiang Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri. (Dok. PDIP)
Baca 10 detik
  • Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita atas berpulangnya Meriyati Roeslani, istri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
  • Duka cita disampaikan Megawati saat kunjungan kerja sebagai Dewan Juri Zayed Award di Abu Dhabi pada Selasa, 3 Februari 2026.
  • Megawati mendorong Polri menjadikan Jenderal Hoegeng teladan integritas yang didukung kuat oleh mendiang istrinya.

Suara.com - Presiden Kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Meriyati Roeslani atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri legendaris Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

Kabar duka tersebut diterima Megawati di sela-sela kunjungan kerjanya sebagai Dewan Juri Zayed Award di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (3/2/2026).

Bagi Megawati, sosok Eyang Meri dan Jenderal Hoegeng bukan sekadar tokoh bangsa, melainkan sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

"Saya menyatakan duka cita dan kesedihan yang mendalam karena keluarga Pak Hoegeng sudah seperti keluarga sendiri. Saya sendiri menyapa Bu Hoegeng dengan sapaan Tante Meri," kata Megawati dalam keterangannya diterima Suara.com, Selasa.

Megawati mengenang kedekatannya dengan keluarga tersebut sejak masa muda, termasuk persahabatannya dengan putri Hoegeng, Reni, saat sama-sama bersekolah di Perguruan Cikini.

Ia mengingat betul kehangatan pasangan Hoegeng dan Tante Meri, termasuk kegemaran mereka terhadap musik melalui grup band Hawaian Senior.

"Tante Meri adalah seorang istri dan ibu yang sangat baik. Keduanya sama-sama hangat dan punya jiwa seni yang tinggi serta punya grup band Hawaian Senior," lanjut Megawati.

Sebagai pemimpin yang memberikan warisan sejarah dengan memisahkan Polri dari TNI melalui UU No.2 tahun 2002, Megawati meminta jajaran Kepolisian RI menjadikan sosok Jenderal Hoegeng sebagai teladan tertinggi.

Ia menceritakan bagaimana sosok Kapolri paling jujur tersebut menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan.

Baca Juga: Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai

"Saya punya pengalaman pribadi beberapa kali bertemu di jalan ketika hendak berangkat kuliah dari rumah Jalan Sriwijaya dengan Pak Hoegeng yang sedang mengendarai sepeda dengan pakaian kebesaran Kapolri. Saking sederhananya Pak Hoegeng belum memiliki rumah sendiri pada waktu itu," kenang Megawati.

Ia menekankan bahwa integritas Jenderal Hoegeng tidak lepas dari dukungan luar biasa sang istri, Tante Meri.

Megawati pun melontarkan pertanyaan reflektif mengenai kerinduannya akan sosok pemimpin Polri yang serupa di masa depan.

"Sebagai seorang warga negara dan pengagum Pak Hoegeng, saya merasa sangat kehilangan atas figur Kapolri seperti Pak Hoegeng dan Tante Meri sangat berperan besar mendukung Pak Hoegeng menjadi Kapolri yang sederhana dan dicintai rakyatnya. Kapan ya Indonesia akan punya Kapolri seperti figur Pak Hoegeng lagi ya," tuturnya.

Megawati menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat hadir melayat secara langsung karena harus menjalankan tugas internasional sebagai anggota Dewan Juri Zayed Award di Abu Dhabi hingga 6 Februari mendatang.

Menutup pesannya, Megawati tak kuasa menahan air mata saat memberikan penghormatan terakhirnya.

Load More