Suara.com - Loyalis Golkar versi Munas Jakarta pimpinan Agung Laksono dirotasi Komisinya oleh Fraksi Golkar di DPR. Rotasi ini dilakukan sesuai surat ke Pimpinan DPR dengan tanda tangan Ketua Fraksi Ade Komarudin dan Sekretaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo tertanggal 9 April 2015.
"Total 27 anggota dirotasi," kata Anggota Fraksi Golkar kubu Agung Dave Laksono, di DPR, Jakarta, Senin (13/4/2015).
Sejumlah nama dirotasi, yakni Zainuddin Amali, Yayat Biaro, Adies Kadir, Fayakhun Andriadi dan Meutya Viada Hafid dan dirinya.
Putra Agung Laksono yang juga ikut dirotasi ini mempertanyakannya. Sebab, Dia tidak tahu alasan pemindahannya dari Komisi I ke Komisi VIII DPR.
Namun, Dave meyakini, anggota yang dirotasi ini disebabkan karena tidak mendukung kepengurusan Aburizal Bakrie.
"Mereka yang dirotasi adalah orang-orang yang memperjuangkan kebenaran," kata Dave.
Kendati demikian, dia tidak menganggap sah rotasi ini. Sebab, menurutnya, kepengurusan Fraksi yang sah adalah Fraksi Golkar hasil Munas Jakarta pimpinan Agus Gumiwang.
"Saya membuat surat protes keras yang disampaikan kepada Ketua DPR RI isinya rotasi yang dilakukan atas nama Ade Komarudin dan Bambang Soesatyo tidak sah," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Saksi Ungkap Alur Setoran Uang Pemerasan K3 Sampai ke Direktur Jenderal Kemenaker
-
PGRI Miris Penyebutan Honorer Hanya untuk Guru: TNI, Polri, Jaksa, DPR Tak Ada Honorer
-
Mendagri Tegaskan Pemda dan Forkopimda Siap Dukung Implementasi Program Prioritas Presiden
-
Disindir Soal Ingin Tanam Sawit, Prabowo: Semua Pemimpin Negara Minta ke Saya!
-
Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam
-
Sidang Korupsi Digitalisasi Pendidikan Makin Panas, Saksi Beberkan Bagi-Bagi Uang Proyek Chromebook
-
Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti
-
Pernah Dipidana Kasus Terorisme, Jaksa Pertanyakan Izin Beracara Munarman di Sidang Noel Ebenezer
-
Larangan Jelas, Bahaya Nyata: Mengapa Pelanggaran Merokok saat Berkendara Terus Berulang?
-
Guru Honorer Digaji Rp 300 Ribu, Kalah dari Petugas Partai: DPR Usul Pembayaran dari APBN Saja