Pesawat Asiana Airlines yang tergelincir di Hiroshima, Jepang. (Reuters/Kyodo)
Lebih dari 20 penumpang mengalami luka-luka ketika sebuah pesawat Airbus A320 milik maskapai penerbangan Asiana Airlines tergelincir dari sebuah landasan di Hiroshima, Jepang, hari Selasa (14/4/2015) malam waktu setempat.
Pesawat milik maskapai Korea Selatan itu lepas landas dari Bandara Incheon, Korea Selatan. Pesawat bernomor penerbangan OZ162 itu tergelincir ketika mendarat di Bandara Hiroshima.
"Sekitar 23 penumpang terluka, namun tidak ada korban jiwa," kata seorang petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi.
"Sejauh ini kami mendengar kabar bahwa penumpang yang terluka tidak mengalami cedera serius," lanjutnya.
Seluruh penumpang yang berjumlah 74 orang dan delapan kru keluar dari pesawat melalui pintu darurat.
Seorang pejabat dari Kementerian Perhubungan Jepang mengatakan, meski ada hujan, tidak ada angin kencang saat pesawat mendekati landasan. Kendati demikian, hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab kecelakaan.
Lansiran surat kabar Asahi, para penumpang mengalami turbulensi saat pesawat baru terbang selama 30 menit. Asahi juga mengutip kesaksian dari seorang penumpang yang mengaku melihat api dan asap keluar dari dalam salah satu mesin pesawat. Namun, belum ada konfirmasi mengenai kebenaran kesaksian tersebut.
Asahi juga menyebutkan, Kementerian Perhubungan Jepang sudah mengerahkan tiga penyidik ke lokasi. Sementara itu, di Prancis, perusahaan pembuat pesawat Airbus menyatakan siap membantu memberikan bantuan bagi maskapai Korea Selatan tersebut. (Reuters)
Pesawat milik maskapai Korea Selatan itu lepas landas dari Bandara Incheon, Korea Selatan. Pesawat bernomor penerbangan OZ162 itu tergelincir ketika mendarat di Bandara Hiroshima.
"Sekitar 23 penumpang terluka, namun tidak ada korban jiwa," kata seorang petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi.
"Sejauh ini kami mendengar kabar bahwa penumpang yang terluka tidak mengalami cedera serius," lanjutnya.
Seluruh penumpang yang berjumlah 74 orang dan delapan kru keluar dari pesawat melalui pintu darurat.
Seorang pejabat dari Kementerian Perhubungan Jepang mengatakan, meski ada hujan, tidak ada angin kencang saat pesawat mendekati landasan. Kendati demikian, hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab kecelakaan.
Lansiran surat kabar Asahi, para penumpang mengalami turbulensi saat pesawat baru terbang selama 30 menit. Asahi juga mengutip kesaksian dari seorang penumpang yang mengaku melihat api dan asap keluar dari dalam salah satu mesin pesawat. Namun, belum ada konfirmasi mengenai kebenaran kesaksian tersebut.
Asahi juga menyebutkan, Kementerian Perhubungan Jepang sudah mengerahkan tiga penyidik ke lokasi. Sementara itu, di Prancis, perusahaan pembuat pesawat Airbus menyatakan siap membantu memberikan bantuan bagi maskapai Korea Selatan tersebut. (Reuters)
Komentar
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak