Ilustrasi: Anak-anak. (Shutterstock)
Kepolisian Durham, Inggris dilatih secara khusus untuk mengendus seorang pedofil atau lelaki/perempuan pelaku pelecehan seksual kepada anak-anak.
Hal ini dilakukan untuk mendukung program perlindungan terhada anak-anak. Para polisi dilatih untuk menganalisa perilaku pedofil. Bahkan barang-barang yang menandakan lelaki atau perempuan itu seorang pedofil.
Ada 400 polisi yang dilatih. Mereka belajar indentifikasi tato, buku dan pakaian yang khas pedofil. Polisi itu juga belajar menggali informasi dari anak-anak korban pedofil.
Sosok yang mempunyai andil dalam pelatihan ini adalah Joe Sullivan, seorang ahli analisa pedofil. Namun Joe tidak ingin terlalu terbuka soal ciri-ciri pedofil ke media. Dia takut ini dipelajari oleh kaum pedofil untuk membela diri.
"Saya telah belajar dari mereka. Pelatihan ini menargetkan membentuk staf khsusus kasus eksploitasi seksual anak," jelas Joe.
Pasukan khusus anti pedofil ini pertama kali dibentuk oleh Inggris. Salah satu peserta pelatihan, Adam Grundy mengatakan pernah berhadapan dengan pedofil 2 pekan lalu. Dia melindungi anak 5 tahun. Saat itu pelaku pedofil adalah kakek berusia 80 tahun. Dia membawa kondom dan pil Viagra
"Orang ini mengelak," kata Grundy. Pelatihan ini juga melibatkan 160 guru, petugas pemadam dan petugas kesehatan.
"Kami memberikan mereka keahlian untuk mengenali pedofil. Bagaimana memakai pakaian tertentu, tato tertentu, dan berperilaku tertentu," kata kepala polisi Durham, Mike Barton. (Sky News)
Hal ini dilakukan untuk mendukung program perlindungan terhada anak-anak. Para polisi dilatih untuk menganalisa perilaku pedofil. Bahkan barang-barang yang menandakan lelaki atau perempuan itu seorang pedofil.
Ada 400 polisi yang dilatih. Mereka belajar indentifikasi tato, buku dan pakaian yang khas pedofil. Polisi itu juga belajar menggali informasi dari anak-anak korban pedofil.
Sosok yang mempunyai andil dalam pelatihan ini adalah Joe Sullivan, seorang ahli analisa pedofil. Namun Joe tidak ingin terlalu terbuka soal ciri-ciri pedofil ke media. Dia takut ini dipelajari oleh kaum pedofil untuk membela diri.
"Saya telah belajar dari mereka. Pelatihan ini menargetkan membentuk staf khsusus kasus eksploitasi seksual anak," jelas Joe.
Pasukan khusus anti pedofil ini pertama kali dibentuk oleh Inggris. Salah satu peserta pelatihan, Adam Grundy mengatakan pernah berhadapan dengan pedofil 2 pekan lalu. Dia melindungi anak 5 tahun. Saat itu pelaku pedofil adalah kakek berusia 80 tahun. Dia membawa kondom dan pil Viagra
"Orang ini mengelak," kata Grundy. Pelatihan ini juga melibatkan 160 guru, petugas pemadam dan petugas kesehatan.
"Kami memberikan mereka keahlian untuk mengenali pedofil. Bagaimana memakai pakaian tertentu, tato tertentu, dan berperilaku tertentu," kata kepala polisi Durham, Mike Barton. (Sky News)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat