Suara.com - Seorang lelaki di Huauyan, Peru, mendapat perlakuan keji dari istrinya sendiri. Pablo Tamariz Coraquillo, si lelaki berusia 86 tahun, diperlakukan bak tawanan selama dua tahun.
Saat ditemukan pihak berwajib, Pablo dalam keadaan memprihatinkan. Dirinya dirantai di dalam sebuah gubuk kayu. Tak cuma itu, sang istri juga membiarkan dirinya kelaparan.
Kasus ini terbongkar setelah pihak berwajib mendengar desas-desus soal adanya seorang lelaki yang disekap istrinya.
"Ketika kami mendengar tentang lelaki yang dirantai, kami mengirim petugas untuk melakukan investigasi dan menemukan lelaki malang itu di dalam sebuah gubuk di tepi desa," kata juru bicara otoritas pemerintahan setempat.
"Ia amat lemah dan sedikit takut melihat kehadiran kami," sambungnya.
"Kini ia dilarikan ke rumah sakit dan kami sedang berupaya mencarikan tempat tinggal untuknya," tutup si juru bicara.
Salah seorang warga setempat, Viviano Villareal Corral, (56), mengaku mengetahui soal si lelaki. Namun, kepada dirinya dan juga kepada warga desa lainnya, sang istri beralasan ia sengaja memperlakukan sang suami sedemikian keji untuk kebaikannya.
"Ia (si istri) bilang suaminya selalu berusaha kabur dan ia memutuskan bahwa cara terbaik untuk membuatnya tidak pergi ke mana-mana adalah dengan merantainya," kata Viviano.
"Namun kami tidak tahu kalau ia terus berada di dalam gubuk. Kami pikir ia hanya sesekali saja di situ," tutupnya. (Metro)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Kenalkan, Perempuan yang Tak Bisa Makan atau Berdarah
Jadi Aktor Video Porno, Anggota DPRD Dibui 6 Bulan
Ini Akibatnya Bila Kebanyakan Makan Nasi
Dua Gadis Cantik Dinobatkan Jadi Kembar Paling Identik di Dunia
Ini yang Ditakuti Israel dari Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah