Suara.com - Di Provinsi Henan, Cina, ada sekelompok petugas penyelamat yang bertugas menolong orang tenggelam di kawasan wisata arung jeram. Uniknya, seluruh anggota kelompoknya adalah perempuan.
Meski bekerja bersungguh-sungguh untuk menyelamatkan nyawa, tak ayal mereka kerap menjadi korban para lelaki mesum. Lansiran Shanghaiist, para peserta arung jeram laki-laki di tempat itu, terkenal sering sengaja menjatuhkan diri ke arus deras dan berpura-pura tidak bisa berenang.
Tujuannya, apalagi jika bukan agar para penyelamat cantik ini terjun ke sungai dan menolong mereka. Memang, para penyelamat berparas manis ini tahu bahwa para lelaki itu sengaja menjatuhkan diri. Namun, bagaimana lagi, itu adalah tugas mereka dan mau tak mau mereka harus terjun dan menghadapi risiko diri mereka akan digerayangi.
Namun, kini para manajer regu penyelamat merasa menemukan cara terbaik untuk menolong anak buah mereka. Mereka memasangkan kamera tersembunyi di tubuh para petugas penyelamat. Kamera yang bisa digunakan di bawah air tersebut diharapkan bisa membantu para petugas melaksanakan pekerjaannya.
Agar tidak terlalu mencolok, kamera tersebut disamarkan dengan memasangkan bunga maupun rerumputan. Mungkin agar kamera tersebut bisa merekam aksi tak senonoh yang dilakukan para lelaki mesum tersebut.
Tapi, banyak netizen di Negeri Tirai Bambu yang menyangsikan cara ini bisa melindungi para gadis tersebut dari pelecehan. Menurut Anda? (Asiaone)
Berita Terkait
-
Bagaimana Islam Memuliakan Perempuan? Ulasan Buku Karya Al-Buthi
-
6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima
-
UMKM Perempuan Masih Hadapi Tantangan, Pendampingan Jadi Kunci Keberlanjutan
-
Dorong Pemberdayaan, Komunitas yang Hadirkan Ruang Aman Perempuan
-
Berdaya Sebagai Perempuan di Buku Girl Stop Apologizing
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!