Suara.com - Sekitar 214 perempuan korban penculikan kelompok Boko Haram yang berhasil dibebaskan angkatan bersenjata Nigeria dilaporkan mengandung. Temuan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi dana bantuan kependudukan United Nations Population Fund (UNFPA), memunculkan dugaan bahwa mereka mengalami tindak pemerkosaan dari para anggota Boko Haram.
Laporan ini muncul setelah adanya laporan bahwa perempuan dan anak-anak gadis yang diculik mengalami pemerkosaan dan menikahi penculik mereka. Sebagai akibat dari perbuatan tersebut, beberapa dari mereka hamil.
Menurut UNFPA, 214 perempuan tersebut adalah sebagian dari 234 perempuan dan gadis yang diselamatkan tentara Nigeria, dibantu pasukan dari sejumlah negara tetangga, di hutan Sambisa.
Direktur eksekutif UNFPA Profesor Babatunde Osotimehin mengatakan, para perempuan dan anak gadis yang diselamatkan di hutan Sambisa dalam keadaan membutuhkan bantuan. Mereka butuh dukungan agar bisa kembali membaur dalam masyarakat mereka.
"Apa yang kami temukan adalah kenyataan bahwa sebagian perempuan dan gadis yang kembali mengalami stres, sehingga bimbingan konseling harus lebih intens dan diberikan terhadap mereka satu persatu," katanya.
"Saya senang karena komunitas tidak mengucilkan mereka dan menerima mereka kembali. Ini adalah terapi yang penting pula. Kami mengantisipasi kemungkinan ekskalasi hal ini karena intervensi militer terus berlangsung, kami melihat banyak orang membutuhkan bantuan kami dan kami akan melanjutkan," sambungnya.
"Perempuan dan anak gadis butuh bantuan berbeda dari yang lain, hanya UNFPA yang melakukan ini. Kami memberikan konseling psikologi," kata Babatunde.
Seperti diketahui, setahun silam Nigeria dihebohkan dengan kasus penculikan besar-besaran terhadap 220 siswi sekolah di wilayah Chibok, sebuah desa di Negara Bagian Borno.
Namun, tidak jelas apakah para siswi dari Chibok ada di antara 234 perempuan dan gadis yang dibebaskan di hutan Sambisa. (Ibtimes)
Tag
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!