Suara.com - Pemerintah Nepal, hari Selasa (5/5/2015), menyatakan relawan kemanusiaan dari militer Nepal akhirnya berhasil mengirimkan bantuan kepada korban gempa di tempat-tempat terpencil. Sementara itu, menurut laporan terakhir, jumlah korban tewas akibat gempa 7,8 skala richter yang terjadi pada Sabtu (25/4/2015) mencapai 7.557 orang.
Pemerintah mengatakan, lebih dari 131.500 anggota militer dan kepolisian Nepal ambil bagian dalam operasi penyelamatan besar-besaran. Kerja mereka dibantu oleh lebih dari 100 tim relawan kemanusian mancanegara.
"Situasi di negara ini perlahan mulai normal karena bantuan kemanusiaan sudah tiba di lokasi-lokasi yang penting, yang paling parah terdampak," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nepal Laxmi Prasad Dhakal seperti dikutip AFP.
"Semua orang berupaya kembali ke kehidupan normal mereka dan tangan-tangan pemerintah terus bekerja untuk memastikan agar seluruh bantuan disediakan selama dibutuhkan orang. Kami melakukan yang terbaik," lanjut Laxmi.
Pusat Operasi Darurat Nasional merilis data jumlah terbaru korban tewas akibat gempa, yakni 7.557 jiwa, sementara korban luka mencapai 14.536 orang. (CNA/AFP)
Tag
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Viral Perempuan Disabilitas Melahirkan, Polisi Buru Terduga Pelaku Rudapaksa di Jagakarsa
-
Ancam Hak Tanah dan Kriminalisasi Warga Adat, UU KSDAE Digugat ke MK!
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Melawan Vonis 10 Tahun, Nadiem Makarim Resmi Serahkan Memori Banding
-
Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal
-
Kejagung Bongkar Akal-Akalan Ekspor Logam Tanah Jarang, Dua Pengiriman Diduga Sudah Lolos
-
Pantas Suka Joget, Prabowo Blak-blakan Ungkap Punya DNA India di Hadapan PM Modi: Ini Benar!
-
Wujudkan Tata Kelola yang Bersih dan Transparan, BPJS Kesehatan Bersinergi dengan KPK
-
Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!
-
Ribuan Dapur MBG 3T Mangkrak 8 Bulan, Pengelola Klaim Rugi Belasan Triliun