Suara.com - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Didik J Rachbini menilai tim ekonomi Kabinet Kerja Jokowi-JK bak pemain sepak bola yang tengah kebobolan gawangnya.
"Ekonomi tidak terjaga, sama dengan pemain bola tidak jaga gawang. Kalau gawang kebobolan namanya pemainnya tidak berhasil," kata Didik di sela acara Pelantikan Pengurus DPP PAN dan Rakernas I PAN di Jakarta, Rabu malam (6/5/2015).
Menurut Didik, tim ekonomi Kabinet Kerja Jokowi-JK kebobolan dalam hal menjaga nilai tukar rupiah yang kian turun, pertumbuhan ekonomi kian turun, hingga naiknya harga-harga kebutuhan pokok.
Didik menekankan kesalahan itu tidak dapat dibebankan terhadap orang per orang menteri ekonomi Kabinet Kerja.
"Itu tidak bisa (disalahkan) orang per orang. Itu kan tim ekonomi," kata Didik.
Sementara itu terkait wacana perombakan kabinet, Didik mengaku mendengar isu yang beredar bahwa Presiden Jokowi belum mau melakukan perombakan itu, karena dinilai terlampau dini.
Tetapi menurut dirinya pribadi perombakan kabinet yang merupakan hak prerogratif presiden dapat dilakukan jika tidak ada pilihan lain.
"Saya tahu dari bisik-bisik presiden dan wakil presiden, katanya perombakan terlalu dini di masa enam bulan pemerintahan. Ya bisik-bisik itu dari mana-mana. Tapi menurut saya, kalau tidak ada pilihan, apa boleh buat (perombakan harus dilakukan)," jelas Didik. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK