Suara.com - Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat agar Presiden Joko Widodo segera mengevaluasi kinerja para menteri di Kabinet Kerja untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.
"Pemerintah dapat mengevaluasi kinerja para menteri yang mendapatkan rapor merah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kinerja para menteri," kata Hendri dalam diskusi soal evaluasi pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2015).
Selain itu, Jokowi juga diharapkan dapat menjaga jarak dengan PDI Perjuangan sebagai partai pengusung agar tetap independen dalam mengambil keputusan.
"Responden melihat bahwa faktor dukungan publiklah yang menjadi faktor utama mempengaruhi bertahannya pemerintahan Jokowi-JK selama lima tahun ke depan," kata dia.
Jokowi, kata Hendri juga harus menepati janji kampanyenya dan melaksanakan kebijakan yang bisa dijalankan oleh para pembantunya dengan baik.
"Pemerintah dapat menggunakan policy-research oriented sebelum membuat sebuah membuat kebijakan, agar kebijakan yang diputuskan tidak mendapatkan tentangan di masyarakat," katanya.
Juru bicara kelompok diskusi dan kajian opini publik Indonesia (kedaiKOPI) itu berharap hasil kajian ini menjadi rekomendasi bagi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang terkait dengan kepentingan publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM