Suara.com - Sudah enam bulan Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bekerja. Meski sudah setengah tahun lebih, ternyata tak semua menteri dikenal publik.
Sebagian menteri kurang populer di mata masyarakat tak lepas dari kurang program kerja mereka yang kurang menggema. Siapa menteri yang masuk kategori populer dan terobosannya diakui bagus?
"Menteri yang paling banyak muncul di publik dan paling banyak diketahui kerja kementeriannya dalam pemberitaan media massa adalah Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan) sebanyak 12,3 persen," kata Direktur Eksekutif Political Communication Institute, Heri Budianto, di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2015).
Selain populer di mata publik, Menteri Susi juga dinilai memiliki kinerja yang paling positif dalam Kabinet Kerja dibandingkan dengan menteri lainnya.
Menteri terpopuler selain SUsi ialah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, tapi kinerjanya dinilai paling negatif. Dengan kata lain, kepopuleran Yasonna diperoleh karena kinerjanya yang tidak memberikan hal yang positif bagi kabinet.
"Menteri Susi dalam bingkai media massa paling positif dalam bekerja, sementara ada menteri yang populer tapi kinerja paling negatif, seperti Menteri Hukum dan HAM," kata dosen Universitas Mercubuana.
Dalam riset yang menggunakan teknik pengumpulan berita sebanyak 32.047 dari 15 media massa nasional, Heri mengatakan kinerja positif Menteri Susi karena dinilai sebagai sosok jujur dan tegas.
Sementara Yasonna dikatergorikan negatif karena keputusannya terhadap dua partai politik yang menimbulkan kegaduhan, yakni PPP dan Golkar.
"Media menilai Ibu Susi bekerja positif sebanyak 10,9 persen, dia dianggap jujur dan tegas, dan itu tercermin dalam sanksi pencurian ikan dan penenggelaman kapal asing. Sementara Yasonna dinilai negatif, karena keputusannya terhadap PPP dan Golkar membuat kedua partai tersebut bermasalah," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku