Suara.com - Ada pemandangan menarik ketika Veronica Tan selaku Ketua Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga DKI Jakarta hendak melaporkan kinerja kepada Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tak lain adalah suaminya.
Saat itu, Veronica dan Ahok sama-sama hadir dalam acara peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara, Rabu (13/5/2015).
"Saya bingung lapor sama Pak Gubernur. Karena biasanya tidak pernah lapor. Saya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK tetap harus melaporkan," kata Veronica.
Pengakuan Veronica disambut tawa hadirin, tak terkecuali Ahok.
Veronica berharap setelah memiliki taman, masyarakat mau menjaga dan merawatnya.
"Selama empat bulan mulai dari November dilakukan sosialisasi bersama dengan masyarakat, kita tanya masyarakat maunya gimana (agar dapat mewujudkan taman yang ramah bagi anak)," kata Veronica.
"Setiap batu, setiap semen, semua (melibatkan masyarakat). Jadi ini wujud kebersamaan yang gotong royong. Gotong royong mungkin sudah lama hilang mungkin di kota Jakarta itu sifatnya lebih egoistik itu dicairkan dengan ruang publik terpadu ramah anak ini," Veronica menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi