Suara.com - Utomo akhirnya dibawa ke kantor Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat Cibubur, Kamis (14/5/2015) pagi, untuk mediasi bersama Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda, Tim Reaksi Cepat Kementerian Sosial Farid Arifandi, dan Ketua RT Perumahan Citra Gran Cibubur, Bogor, Jawa Barat, Sugeng Pribadi.
Utomo saat ini sedang bermasalah. Ia diduga menelantarkan anak ketiga berinisial AD (8). AD dibiarkan tinggal di luar rumah selama sekitar satu bulan terakhir dan sekarang ditampung salah satu warga Perumahan Citra Gran Cibubur.
Saat ini, proses mediasi masih berlangsung di kantor polisi.
Pagi tadi sekitar jam 09.00 WIB, Erlinda, Farid Arifandi, Sugeng Pribadi dengan didampingi anggota polisi mendatangi Utomo di rumah Cluster Nusa Dua, Blok E, untuk mencari tahu kenapa bisa membiarkan AD tinggal di luar rumah selama sekitar satu bulan terakhir. Tapi, mereka hanya diterima di depan rumah.
Mereka ngobrol di depan garasi, di dekat dua mobil BMW hitam dengan stiker Keraton nomor polisi B 8184 NW dan mobil Honda Odyssey nomor polisi B 8587 KB.
Utomo bersikeras tidak salah dengan sikapnya terhadap AD, anak ketiga dari lima anak. Membiarkan anak di luar rumah, menurutnya merupakan salah satu cara untuk mendidik anak.
Selama tidak pulang ke rumah, kata Sugeng Pribadi, AD tidak bersekolah.
Menurut Erlinda perlakuan terhadap AD sudah memenuhi unsur dugaan kekerasan anak secara psikis, fisik, dan dugaan penelantaran anak.
Erlinda juga menilai kondisi lingkungan rumahnya tidak layak untuk anak karena tergolong jorok. Pakaian berserakan di sejumlah tempat, di depan rumah pun banyak sampah.
Saat didatangi petugas tadi pagi, kata Erlinda, Utomo juga melakukan kekerasan terhadap salah satu anak dengan cara membentak.
Erlinda mencium bau alkohol dari Utomo saat terjadi perbincangan di depan rumah tadi. Pembicaraan Utomo, katanya, juga cenderung "ngaco."
Ketika petugas mendatangi rumah Utomo, wartawan tidak dibolehkan mendekat ke rumah.
Tag
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China