Suara.com - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi memimpin upacara penyambutan kedatangan KRI Rigel 933, di dermaga terminal kontainer internasional, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/5/2015). Kapal survei TNI AL ini tiba dari Prancis setelah menempuh perjalanan hampir dua bulan.
"KRI ini disiapkan untuk survei penelitian, pemetaan laut, publikasi penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran, baik untuk kepentingan TNI maupun umum," ungkap Ade dalam upacara penyambutan.
Ade menjelaskan, kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) ini adalah kapal tambahan yang akan bertugas di Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam kemaritiman. Kapal ini akan memperkuat kapal survei lainnya yang dimiliki BHO seperti KRI Dewa Kembar 932, KRI Louser 924, KRI Pulau Rote 721, KRI Pulau Romang 723, KRI Pulau Rempang 729, KAL Aries dan KAL Vega.
Disebutkan, KRI Rigel ini dipimpin oleh komandan Letkol Laut (P) M Wirda Prayogo, dengan awak kapal 30 orang. Kepada komandan dan awak kapal, Ade pun berpesan agar memelihara KRI 933 ini dengan baik, karena ini merupakan amanat rakyat.
"Pengadaan kapal ini bukanlah harga yang murah. Untuk itu, para perwira dan prajurit yang ditugaskan di KRI 933 harus menunjukkan dedikasi, memelihara KRI 933 agar dapat digunakan dalam kondisi prima," kata Ade.
Salah satu awak kapal, saat ditemui Suara.com di atas KRI Rigel mengaku, dia bersama prajurit TNI AL lainnya sudah berlayar membawa kapal ini selama 50 hari dengan berbagai rintangan di laut.
"Kami bertolak dari dermaga Les Sables d'Olonne, Prancis, pada 26 Maret lalu. Tiba kemarin dan berlabuh pagi ini. Jadi sudah 50 hari perjalanan," ujar awak kapal yang enggan disebutkan namanya itu.
KRI Rigel 933 merupakan jenis kapal multi-purpose research vessel. Selain KRI Rigel ini, Indonesia diketahui juga telah membeli kapal yang sama dari Prancis, yang akan dijemput pada November mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!