Suara.com - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) sudah menyatakan bersedia menjadi mediator untuk islah dua kubu Golkar. Rencananya, dalam waktu dekat ini, dua kubu Golkar akan bertemu JK.
Dikonfirmasi soal itu, JK menyatakan, urusan tersebut akan dia selesaikan secepatnya.
"Nanti ya nanti, segera diselesaikan," kata JK, usai menghadiri acara di Universitas Nasional, Jakarta, Sabtu (23/5/2015).
Sebelumnya, Wakil Ketua Golkar versi Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie (Ical), Setya Novanto mengatakan, saat ini dua kubu Golkar tengah membahas pembentukan tim negosiasi islah.
"Dari (Golkar versi Munas Jakarta pimpinan Agung Laksono) Yorrys Rawerai, dan dari kubu Ical saya ada di sana, kalau bisa mencari jalan keluar," kata Setya di DPR, Jakarta, Jumat (22/5/2015).
Ketua DPR ini pun mengapresiasi Jusuf Kalla yang menjadi inisiator dalam upaya islah ini. Sebab, JK merupakan mantan Ketua Umum Golkar yang punya segudang pengalaman.
"Kita kan sangat menghormati, menghargai Pak JK yang Pak JK selaku yang diketuakan, pengalaman dan bijaksana, pasti Pak JK akan mencari solusi yang baik di dalam islah sehingga semua pihak ARB maupun Agung (terakomodir)," kata dia.
Dia menganggap, islah ini momentum penting. Supaya Golkar bisa menghadapi agenda politik di kemudian hari, salah satunya Pilkada serentak Desember 2015.
"Kalau ini bisa secepatnya, ini akan menjadi solusi yang baik. Yang penting untuk kepentingan satu negara, untuk Pilkada atau untuk kepentingan Bupati dan walikota," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
-
Saksi Ungkap Alur Setoran Uang Pemerasan K3 Sampai ke Direktur Jenderal Kemenaker