Suara.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) tes urine narkoba ke kampus-kampus. Sebab ditemukan kue yang mengandung bahan narkoba.
Menurut Wadir Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Wahyu Bintono para pengedar narkoba terus mencoba menggunakan berbagai pola. Misalnya mengkombinasikan makanan dan minuman dengan narkoba.
"Sampai saat ini kita mengungkapkan baru sebatas jenis-jenis yang sudah umum. Tapi kita tetap melakukan kegiatan penyelidikan untuk menemukan jenis baru peredaran narkoba termasuk dalam bentuk kue dan lain-lain," kata Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/5/2015).
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengungkap peredaran narkoba yang diduga dicampurkan ke dalam makanan. Sementara untuk pencegahan, Polda Metro Jaya terus menggelar insipeksi mendadak (sidak) dan melakukan tes urine kepada para mahasiswa.
"Kita juga melaksanakan tes urine ke beberapa kampus. Kita terus berupaya selain penyelidikan dan sosialisasi," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Deputi Hukum dan Kerjasama Badan Narkotika Nasional Aidil Chandra Salim meminta masyarakat untuk waspada terhadap makanan yang diduga mengandung narkoba.
Sebab, dalam beberapa kasus, BNN menemukan beberapa makanan yang mengandung narkoba. Saat ini, ditemukan banyak penjual kue yang menyambangi kampus-kampus yang ada di Jakarta. Bila menemukannya diharapkan kue tersebut dibawa ke BNN untuk diperiksa lebih lanjut ada atau tidaknya kandungan narkoba di kue. tersebut.
Menurutnya, BNN telah menemukan dan menangkap penjual kue yang mengandung narkoba, di antaranya kue brownies dan putri mayang. Kue- kue yang mengandung narkoba tersebut dijual dengan harga lebih tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT