Kasus beras plastik yang ditemukan di Kota Bekasi, Jawa Barat, meresahkan masyarakat belakangan ini.
Merasakan keresahan tersebut, Nano Asmorodono atau yang akrab di sapa Nano, pentolan dari teater Ongkek, mengemasnya dalam cerita berjudul Tragedi Beras Plastik. Pentas acara ini berlangsung di kawasan nol kilometer Yogyakarta, Minggu (31/5/2015).
Di hadapan puluhan wisatawan, Nano beserta belasan rekan menceritakan keresahan tentang beras plastik dengan sederhana, namun tetap menghibur. Ceritanya juga dibumbui dengan sindiran dan pesan moral.
Dalam cerita tersebut Nano sebagai sutradara sekaligus penulis naskah, berkisah tentang Gambleh, Gamber, dan Usreg yang ingin mendapat mandat dari Pak Lurah Pasar untuk menggelar operasi pasar di Desa Bringharjo.
Namun ternyata yang mendapat mandat bukan ketiganya, melainkan Mliding. Lantaran sakit hati karena kecewa, Gambleh beserta dua rekan lantas membuat isu tentang penyakit yang melanda Desa Bringharjo. Penyakit ini diisukan dari beras plastik yang dijual Mlinding.
Melalui cerita tersebut Nano ingin menyampaikan pesan pada masyarakat bahwa jangan terlalu mudah termakan isu yang pada akhirnya akan membingungkan dan meresahkan masyarakat.
"Teater Ongkek sebagai sebuah kesenian mencoba menjelaskan dan menafsirkan tentang beras plastik, tentang konflik - konflik sosial, masyarakat jangan mudah percaya dengan yang palsu - palsu, beras palsu, ijazah palsu, penjelasan palsu dari bapak - bapak itu juga e," kata Nano.
Nano menambahkan pementasan teater Ongkek kali ini memang berbeda dari biasanya. Jika biasanya pementasan teater Ongkek selalu berkisah tentang dongeng, kali ini mencoba keluar dari kebiasaan dan mencoba mengkritisi masalah politik dan sosial yang ada, namun tetap dikemas dengan sederhana sehingga mudah dicerna dan dinikmati.
Pementasan teater Ongkek untuk pertama kalinya tersebut menarik minat banyak wisatawan hingga jelang maghrib sejumlah wisatawan masih berkumpul, selain mementaskan cerita tentang beras plastik, teater Ongkek juga menyajikan lagu - lagu atau tembang Jawa.
Sejumlah wisatawan terlihat sangat asyik dan terhibur. Salah satunya adalah Ina wisatawan dari Bandung, Jawa Barat. Dia sangat menikmati pementasan tersebut, meskipun paham dengan bahasa Jawa yang digunakan oleh para pemain teater Ongkek.
"Saya terus terang gak dong dengan bahasanya, tapi saya merasa senang dan sangat terhibur dengan pementasan ini," kata Ina. (Wita Ayodhyaputri)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut