Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan alasan dirinya memarahi Wakilnya, Djarot Saiful Hidayat. Saat itu Djarot mengizinkan penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Ahok menganggap Djarot telah menyalahi prosedur terkait pemberian izin itu. Djarot teken izin saat ada Gubernur.
"Kalau kita mau ngomong salah prosedur, ya nggak boleh wagub tandatangan ketika ada gubernur," kata Ahok di perayaan Waisak di Vihara Ekayana Arama, Jakarta Barat, Selasa (2/6/2015).
Menurutnya, saat itu Djarot hanya memberikan surat tembusan kepadanya dalam membuat pelaksanaan Pasar Rakyat Jakarta di Senayan.
"Beliau berpikir dilakukan saja sudah biasa hanya mendukung. Beliau pikir bukan kasih izin. Beliau nggak pernah bicara, hanya surat tembusannya ke saya. Tapi dia sudah tandatangan, ya sudah kasih saja. Selanjutnya tahun depan nggak boleh lagi kayak gitu, mesti lapor saya dulu," katanya.
Meski demikian Ahok mengaku telah memaafkan kesalahan yang dilakukan Djarot. "Ya saya sama Pak Djarot ya teman baik ya. Saya bilang eh yang kayak gini mas lho jangan tandatangan lagi tanpa sepengetahuan gue. Tapi kalau saya ijinkan ya nggak apa-apa. Ini sebetulnya masalah, tapi ya sekarang ya sudahlah," sambung Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?