Suara.com - Pengusaha Dato Sri Tahir setelah ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas Taman Margasatwa Ragunan (TMR) oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Apa yang akan dilakukannya?
Tahir tidak ingin terburu-buru membicarakan soal perawatan hewan. Dia ingin rapat dulu bersama pihak ragunan untuk mengetahui kondisi Ragunan saat ini.
"Jangan ngomong hewan mati dulu ya. Tadi saya bicarakan bahwa setelah lebaran kami akan rapat dengan pihak ragunan untuk mengetahui kondisi seluruhnya. Kedua, koordinasi dengan konsultan internasional untuk dapat pendapat soal bagaimana mengelola ragunan," ujar Dato Sri Tahir di Balai Kota DKI Jakarta. Kamis (4/6/2016).
Dia ingin Ragunan tidak hanya sekadar menjadi kebun binatang. Tahir ingin menambah wahana wisata lain.
"Kami investasi bikin flyer kayak Singapore Flyer, intinya Ragunan tak sekedar kebun binatang. Tetapi tujuan final sebagai tujuan wisata warga Jakarta termasuk kalangan elit," jelas Tahir.
Dihadapan Ahok, pemilik Mayapada Group itu bahkan akan merombak semua fasilitas yang berada di Ragunan. Anggaran yang akan dikeluarkan untuk merenovasi kebun binatang tersebut nantinya akan digelontorkan oleh pihak swasta, tidak gunakan APBD DKI Jakarta.
"Kami ingin upgrade fasilitas. Kami juga ingin ajak swasta bangun sebuah kota dan negara. Kekuatan swasta harus dilibatkan, tak sekadar kejar keuntungan. Bahwa kita sudah dapat keuntungan dari Jakarta, wajar jika kembalikan ke Jakarta keuntungannya," jelas Tahir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain
-
Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo
-
John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!
-
Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos
-
Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela
-
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar
-
Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru
-
Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik