Suara.com - Komisi III DPR berharap Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso berinisiatif melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara kepada KPK.
"Laporan soal LHKPN itu kan kesadaran individu, kalau kesadarannya kaya gitu, berarti dia bukan contoh, gitu saja," kata Wakil Ketua Komisi III Desmond J. Mahesa di DPR, Kamis (4/6/2015).
Desmond mengatakan memang benar tidak ada sanksi untuk pejabat negara yang tidak mau melaporkan LHKPN, tapi lebih sebagai contoh yang baik kepada masyarakat.
Anggota Komisi III dari Fraksi Nasdem Rio Patrice Capela menambahkan jika Budi tidak mau melaporkan LHKPN, atasannya bisa menegurnya.
"Begini, kalau dalam kebiasaan, pejabat negara menyampaikan laporan harta kekayaannya. Kalau tidak dilaporkan, atasannya bisa menyampaikan titah untuk semua menyampaikan. Kemudian kalau memang itu menjadi sesuatu yang wajib walau belum ada kewajiban akan hal itu, sebaiknya KPK, meminta itu. Sebaiknya memang diberikan. Melaporkan lebih baik," kata Rio.
Pelaporan kekayaan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Untuk itu, setiap pejabat sebelum, selama, maupun sesudah menduduki jabatan tertentu wajib melaporkan harta kekayaan.
Sebelumnya, Budi membantah menolak melaporkan kekayaan. Menurut dia, pernyataannya perihal LHKPN telah disalahartikan dengan sengaja oleh beberapa pihak, untuk menjatuhkan dirinya secara pribadi dan Polri secara institusi.
Meskipun demikian, Budi belum memutuskan kapan ia akan melaporkan harta kekayaan. Menurut Budi, pada dasarnya ia ingin bersikap transparan dan terbuka kepada publik sehingga menimbulkan kesan obyektif.
"Tidak bisa dipastikan kapan, sama seperti pemeriksaan. Kan saya bilang saya ingin jujur, terbuka, enggak mesti saya yang ngisi. Kalau perlu, masyarakat umum itu mengawasi saya. Itu yang paling fair, itu yang paling penting," kata Budi.
Tag
Berita Terkait
-
Harta Kekayaan Ahmad Sahroni vs Eko Patrio: Dari Sopir dan Pelawak Jadi Politisi Tajir
-
Buwas Out, Saudara Ipar Jokowi Kini Komisaris Utama Semen Indonesia
-
7 Gubernur Terkaya di Indonesia versi LHKPN, Sherly Tjoanda Nomor Satu
-
Raffi Ahmad Akhirnya Lapor LHKPN, Ini Jenis Harta Pejabat Negara yang Wajib Dilaporkan
-
Wapres Ma'ruf Amin Pimpin Langsung Upacara HUT ke-63 Pramuka
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu