Suara.com - Sebuah musala di Kantor Partai Persatuan Pembangunan di Jalan Diponegoro 60, Jakarta Pusat dibongkar. Setelah itu akan dijadikan tempat parkir kendaraan.
Petugas keamanan kantor Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelaskan pembongkaran musala yang terletak di dalam halaman kantor PPP itu berdasarkan perintah Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz.
"Iya instruksi belau (Djan Faridz), tapi lagi di renovasi, dibagusin, nggak benar (itu pembokaran dengan sengaja)," ujar seorang petugas keamanan kantor PPP yang enggan disebutkan namanya kepada suara.com, Kamis (4/6/2015).
Ia menerangkan, pembongkaran musala tersebut dilakukan sejak, Rabu (3/5/2015) sore kemarin. Nantinya tempat itu akan dijadikan tempat parkir. Sebagai gantinya, tempat salat akan disediakan di lantai 4 gedung tersebut.
"Saya ke sini saja tadi sudah dibongkar. Ini dibongkarnya kemarin sore. Rencanaya mau dibuat parkiran dan musalanya nanti ada di lantai 4," terang dia.
Menurut pengamatan suara.com, tidak hanya musala yang dibongkar. Perubahan juga tampak pada pagar Kantor PPP yang berubah menjadi tinggi-tinggi.
"Inikan menyambut kemenangan haji Djan Fariz, kantor PPP ini direnovasi semua. Ini kan pagar baru. (Renovasi) baik di bangunan maupun di organisasi," jelas dia.
Sebelumnya, Ketua DPP PPP kubu Romahurmuziy, Arman Remy terkejut mendengar informasi bahwa bangunan musala di kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro 60, Jakarta Pusat, dirubuhkan. Kemudian, Arman pun berupaya melihat langsung musola tersebut.
"Dan benar, musala itu dirubuhkan, saya melihatnya sedih, satu-satunya tempat ibadah dihancurkan oleh pendatang baru," kata mantan anggota Mahkamah Partai PPP dalam pernyataan tertulis kepada Suara.com, Kamis siang.
Menurut Arman pendudukan kantor DPP dan tindakan terhadap fasilitas ibadah tersebut sudah tergolong pidana. Arman mengatakan pihaknya berencana membawa masalah ini ke meja hijau.
Arman belum tahu maksud pembongkaran bangunan bersejarah milik PPP tersebut. Bahkan, katanya, proses pembongkaran musala tersebut ramai dibicarakan di grup BBM maupun media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan