Suara.com - Jumlah tersangka kasus perkelahian antara anggota Kopassus Kandang Menjangan dan anggota TNI AU di kafe Bimo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, bertambah dua orang, dengan demikian menjadi tujuh orang. Semuanya anggota Kopassus. Akibat perkelahian ini satu anggota TNI AU bernama Serma Zulkifli meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.
"Sampai saat ini sudah ada tujuh tersangka anggota Kopassus yang diduga terlibat dalam insiden itu," kata Danpomdam IV/Diponegoro, Kolonel CPM Arief Wibowo Djadi, saat mengecek proses pemeriksaan di Markas Denpom 4/IV Surakarta, Jumat (5/6/2015) siang.
Dua tersangka baru tersebut adalah Serda AA dan Praka JML.
Jumlah tersebut, lanjutnya, dimungkinkan bisa bertambah mengingat saat ini Denpom masih melakukan pengembangan penyidikan. Hingga saat ini, Denpom telah memeriksa 23 saksi untuk dimintai keterangan terkait peristiwa yang terjadi pada Minggu (31/5/2015).
"Untuk penyidikan ini kami menerjunkan 20 penyidik gabungan. Baik dari Salatiga, Semarang, Jogja dan Solo sendiri. Karena itu baik jumlah saksi maupun tersangka kemungkinan akan bertambah. Karena kita kembang terus, belum final," katanya.
Disinggung apakah kedua tersangka baru tersebut menyerahkan diri atau ditangkap sesuai prosedur, Arief mengatakan mereka diserahkan langsung oleh atasan, mengingat di TNI memang ada sistem ankum atau atasan yang menghukum.
Kedua tersangka baru tersebut menambah daftar tersangka yang sebelumnya sudah ditahan di Markas Denpom pascakejadian, yakni Serda SU, Pratu HE, Pratu DE, Serda GS, serta Pratu LS. (Wijayanti Putri)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT