Suara.com - Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mempertanyakan alasan kenapa Bareskrim Polri memberikan keistimewaan khusus kepada Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Sri Mulyani diperiksa Bareskrim di kantor Kementerian Keuangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kondesat oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) PT. Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI).
"Seharusnya dipaggil Mabes Polri, disidik di sana, seharusnya. Jangan ada perlakuan yang beda dong. Polri menyidik, meminta keterangan di luar kantor polisi kan juga banyak. Tapi tidak seharusnya," kata Masinton di DPR, Jakarta, Senin (8/6/2015).
"Seharusnya tidak ada previlege khusus, tidak ada keistimewaan khsuus. Tidak ada perlakuan istmewa untuk Sri Mulyani, panggil saja ke Mabes Polri. Sri Mulyani juga harus patuh pada hukum, tidak perlu minta perlakuan istimewa," tambahnya lagi.
Senada dengan Masinton, Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Desmon J Mahesa juga ikut mempertanyakan lokasi pemeriksaan Sri Mulyani.
"Apa hebatnya Sri Mulyani di mata hukum? Sebagai warga negara. Dalam rangka penegakan hukum atau politik?" tanya Desmon.
Namun, Desmon menambahkan, jika alasan lokasi pemeriksaan ini karena adanya kerahasiaan dokumen negara, itu patut dihargai. Tapi, jika tidak ada alasan yang jelas, itu yang harus dipertanyakan.
"Sri mulyani kan nama besar, dan bisa menyeret nama nama lain. Kalau alasannya, karena ada dokumen yang tidak boleh keluar, itu masih bisa diterima. Kalau rahasia, saya baru setuju," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?