Suara.com - Kehadiran driver ojek berbasis aplikasi kini tengah digandrungi masyarakat Ibu Kota Jakarta. Beragam promo yang ditawarkan sukses membuat mereka ketagihan untuk menggunakan layanan pemesanan transportasi via online.
Tak hanya menawarkan harga yang lebih murah, layanan transportasi ojek online juga memberikan jaminan keselamatan bagi penumpang maupun pengendara. Driver dengan identitas yang terdaftar saja yang bisa menjadi anggota dari perusahaan transportasi modern itu.
"Promonya banyak, bahkan ada yang berani kasih harga Rp5 ribu kemana saja. Supirnya ramah dan penjemputan cepat, lebih aman juga karena ada asuransi dari perusahaan," kata Amalia, pengguna setia layanan Grab Bike, kepada Suara.com, Kamis (11/6/2015).
Tak hanya menguntungkan dari segi penumpang, layanan ini juga sangat membantu perekonomian para pengendaranya.
Adi Affandi, seorang driver Grab Bike, mengaku pendapatannya dalam sehari pernah mencapai Rp800 ribu. Sontak pendapatan fantastis ini membuat Adi memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.
"Alhamdulillah dalam sehari rata-rata Rp300-Rp500 ribu. Bahkan kalau lagi ramai sekali Rp800 ribu bisa, mba. Sangat membantu sekali dengan adanya Grab Bike ini," kata Adi.
Tampilan Adi pun terlalu wah untuk ukuran seorang ojek. Dalam menjalankan tugasnya, Adi mengendarai sebuah motor bermesin 150 cc. Dengan modal ini, Adi berusaha untuk membuat penumpangnya merasa aman dan nyaman.
Lain Adi, lain pula Agus Supriyatna. Lelaki asal Sukabumi ini juga melepaskan pekerjaaan lamanya demi bergabung dengan Grab Bike. Adi mengaku bahwa dirinya bisa mendapatkan pendapatan hingga Rp10 juta dalam kurun waktu tiga minggu.
"Alhamdulillah ya mbak, sehari minimal Rp200 ribu, belum sama bonus kalau kita online saja 8 jam, atau berhasil membawa lima penumpang. Itu ada bonusnya lagi. Jadi pemasukan sangat meningkat," kata Adi.
Pendapatan yang fantastis juga dirasakan Asep, driver Go-Jek. Ia tak menyangka bahwa pendapatannya sebagai supir ojek bisa sepadan dengan para pekerja kantoran.
"Kalau cuman ngandalin mangkal doang sih susah dapat Rp200-Rp300 ribu sehari. Rp50-Rp100 ribu aja udah bersyukur banget. Intinya kalau rajin bawa penumpang, pendapatan kita juga bakal naik," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Viral Kecelakaan Maut di Depan UIN Ciputat, Transjakarta Tegaskan Tak Terlibat
-
Nekat! Maling Beraksi di Ruang Rapat Hotel Mewah Jakarta Pusat, Laptop dan Ponsel Raib
-
Pemicu Utama Bencana Tanah Bergerak di Jatinegara Tegal
-
Kabar Gembira! Ramadan 2026, Warga IKN Sudah Bisa Salat Tarawih di Masjid Baru
-
Beasiswa Harita Gemilang Antar Mahasiswa Pulau Obi dari Desa ke Kampus Perantauan
-
5 Hasil Audiensi Guru Madrasah dengan DPR: 630 Ribu Kuota P3K hingga TPG Cair Bulanan
-
Pengalihan Penerima BPJS PBI-JK, Gus Ipul: Agar Lebih Tepat Sasaran
-
Tak Boleh Ada Jeda Layanan, Menkes Pastikan Pasien Katastropik Tetap Dilayani
-
Tangis Haru Guru Madrasah Pecah di Depan DPR, Tuntutan TPG Bulanan dan Kuota P3K Disetujui
-
Datangi BPK soal Kasus Kuota Haji, Pihak Gus Yaqut Tegaskan Tak Ada Aliran Dana