Suara.com - Orangtua kandung bocah cilik korban pembunuhan Angeline (8), Hamidah dan Rosidik, akhirnya menjalani tes DNA sambil ditemani aktivis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
Kepala Sub Bagian Instalasi Forensik Rumah Sakit Sanglah, Ida Bagus Putu Alit, mengatakan bahwa tujuan dari tes DNA akan dijadikan barang bukti hukum kalau keduanya adalah orangtua kandung korban.
"Mereka ke sini untuk diambil sampel darahnya, kemudian untuk pemeriksaan DNAnya ditangani oleh mabes Polri,"paparnya, di RS Sanglah, Denpasar, Jumat (12/06/2015).
Hasilnya ters DNA sendiri baru bisa diperoleh dalam waktu 14 hari atau dua minggu.
Kedua orangtua Angeline mengingikan jenazah anaknya segera dibawa pulang untuk dimakamkan di Banyuwangi, Jawa Timur.
Anggeline dinyatakan menghilang pada 16 Mei 2015 dan baru ditemukan dalam keadaan tewas pada Rabu 9 Juni 2015 di dalam rumahnya di Jalan Sedap Malam, Sanur, Denpasar.
Angeline diduga telah meninggal tiga minggu sejak menghilang dengan penyebab benturan di kepala. Korban juga disebut sempat menerima keklerasan seksual.
Polda Bali hingga kini baru menentukan seorang tersangka dan masih memeriksa keluarga ibu angkanya yang tinggal di lokasi pembunuhan di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali. (Luh Wayanti)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang
-
Bupati Pati, Sudewo Kena OTT KPK: Pemimpin yang Pernah Tantang Warganya Sendiri
-
Nadiem Makarim Bantah Pernah Balas Surat dari Google Soal Chromebook
-
Istana Jawab Ancaman Mogok: Perpres Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc di Meja Presiden Prabowo
-
Menkes Sentil Kebiasaan Orang RI Ngerasa Sehat Padahal Gula Tinggi: Itu Mother of All Diseases
-
Menkes Budi: 28 Juta Orang Indonesia Berpotensi Alami Masalah Jiwa, Layanan Kini Dibawa ke Puskesmas
-
Komitmen Plt Gubri SF Hariyanto: 30 Blok Tambang Rakyat Kuansing Dilegalkan, Swasta Dilarang Masuk
-
Misteri di Lereng Bulusaraung: Mengapa Pesawat Sehat Menabrak Gunung?
-
Alarm Banjir Jawa: Prabowo Perintahkan Aksi Cepat, Zona Merah Disisir
-
DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau