Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mempersilakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta inspeksi mendadak ke ruang kerjanya di Balai Kota. Hal itu dikatakan Djarot ketika menanggapi pernyataan anggota DPRD Bastari Barus yang meminta ruang kerja Djarot juga diperiksa untuk memastikan seluruh lingkungan Balai Kota bebas dari asap rokok.
"Oh boleh (kalau mau sidak di ruang kerja saya). Kita tidak diskriminatif kok. Kan kita punya Satpol PP. Satpol itu kan selain Satuan Polisi Pamong Praja, bisa juga Satuan Polisi Pemantau Perokok," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin (15/6/2015).
Mantan Wali Kota Blitar itu memang perokok, tapi dia mengaku selama menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak pernah merokok di ruang kerja.
"Saya selalu merokok di luar. Tidak pernah di kantor. Jadi ya silakan," kata Djarot.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Satpol PP akan sidak di balai kota dan gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, untuk menertibkan orang yang merokok tak pada tempatnya.
Langkah ini merupakan pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Pencemaran Udara Tahun 2015. Perda ini telah diperkuat dengan Peraturan Gubernur 75 Tahun 2005 dan Pergub 88 Tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT
-
KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat
-
Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah
-
Bupati Langkat Diduga Terima Suap Rp 800 Juta untuk Proyek di Disdik dan Disperkim
-
KPK Tetapkan Bupati Langkat dan Anggota Tim Suksesnya Jadi Tersangka Usai OTT
-
Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat
-
Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat
-
Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik