Suara.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia mendorong Polda Bali untuk segera menyelesaikan pemeriksaan barang bukti yang didapat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) meninggalnaya Engeline Margriet Megawe (Angeline).
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, segala bukti yang ada agar segera dianalisis.
"Karena barang bukti ini bisa menjadi kabur," ungkap Arist di jalan Sedap Malam, Denpasar, Sabtu (20/6/2015).
Sirait menerangkan, bila analisis hasil barang bukti itu terlambat maka pihak penyidik juga pun akan terlambat dalam menentukan pemeriksaaan selanjutnya.
"Harapan kami, bukti-bukti yang ada di TKP segera dianalisa, tapi dengan catatan hasilnya akurat. Makanya alat bukti segera dianalisis, apakah ada kolerasinya hubunganya dengan pengakuan si tersangka, dan hal itu juga sebagai alat bukti,"jelasnya.
Seperti diketahui sudah beberapa kali tim Inafis Polda Bali dan Mabes Polri melakukan olah TKP dan menemukan bukti, seperti bercak darah.
Hari ini pun tim Inafis juga mendatangi TKP dan membawa sejumlah peralatan untuk membersihkan toilet.
Hingga saat ini kasus kematian Angeline masih menjadi misteri. Kepolisian masih menyelidiki latar belakang di balik meninggalnya bocah itu.
Angeline dikabarkan menghilang sejak 16 Mei 2015 oleh ibu angkatnya yang bernama Margriet Christina Megawe (Margaret).
Seperti diketahui, Angeline, bocah kelas II SDN 12 Sanur, ditemukan tewas di dekat kandang ayam di rumah ibu angkatnya, Margaret, di Jalan Sedap Malam, Sanur, Denpasar, pada Rabu 10 Juni 2015 lalu.
Pihak kepolisian telah menetapkan satu tersangka tunggal, yakni Agus, lelaki asal Sumba Timur. Hingga saat ini belum ada tersangka lainnya dalam kasus ini.
Keterangan tersangka yang sering berubah-ubah membuat kepolisan harus menggunakan alat pendeteksi kebohongan (lie detector) dalam menguji kebenaran keterangan tersangka Agus. Sementara itu Margaret masih ditetapkan sebagai tersangka penelantaran anak. (Luh Wayanti)
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata
-
Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut
-
Tragis! Gagal Salip Bus, Pemotor di Jakarta Barat Tewas Terlindas di Flyover Pesing