Suara.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar menilai 12 ribu tenaga pendamping desa yang mulai hari ini, Kamis (2/7/2015), disebar sebenarnya jumlah masih kurang mengingat jumlah desa di Indonesia mencapai tujuh puluhan ribu.
Belum lagi tenaga yang ada saat ini merupakan perpanjangan masa kerja dari tenaga pendamping Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang sebelumnya sudah dinyatakan berakhir.
"Iya, yang 12 ribu ini merupakan tenaga eks PNPM, jumlahnya segitu dulu, karena memang sudah mepet," kata Marwan di gedung Makarti Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kalibata, Jakarta Selatan.
Fungsi mereka ialah untuk memberikan akselerasi pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa setelah menerima dana desa dari pemerintah.
Marwan mengatakan pada tahun 2016, pemerintah akan merekrut 46 ribu tenaga pendamping desa lagi.
Ia berharap pada tahun 2018, jumlah pendamping dengan jumlah desa seimbang atau satu tenaga pendamping menangani satu desa.
"Pada tahun 2018, rencananya kita merekrut 70 ribu tenaga sehingga satu desa satu pendamping," katanya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo sudah meresmikan program dana untuk desa. Setiap desa mendapatkan bantuan Rp1 miliar.
Dana tersebut bisa cair secara bertahap. Sampai hari ini tinggal desa-desa di 14 kabupaten yang belum menerima aliran dana karena sejumlah masalah. Marwan berharap minggu ini semua desa di Tanah Air sudah beres.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733