Suara.com - Tiga hakim PTUN Medan, satu panitera, dan satu pengacara, yang ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan di Medan, Sumatera Utara, sudah tiba di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2015) dini hari.
Sesampai di KPK, kelima orang tersebut langsung diperiksa penyidik.
Tiga hakim yang ditangkap yaitu Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting. Sedangkan panitera yang ditangkap ialah Panitera Sekretaris bernama Syamsir Yusfan. Sementara pengacara yang ditangkap berasal dari kantor hukum OC Kaligis.
Kemarin, Kepala Humas PTUN Medan Sugianto mengatakan para hakim ditangkap saat sedang menangani perkara permohonan Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ahmad Fuad. Fuad menggugat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menyangkut kasus bantuan sosial dan BDB Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013.
Dalam operasi tangkap tangan, KPK menyegel mobil jenis Toyota Fortuner nomor polis BK 268 WZ yang terparkir PTUN Medan.
Dalam penyisiran di kantor PTUN, penyidik KPK mengamankan ribuan lembar uang dalam pecahan dolar.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan uang tersebut diduga berkaitan dengan suap penanganan kasus di PTUN Medan.
"Detail perkara saya kurang tahu, itu diduga berkaitan dengan pengurusan perkara di PTUN," kata Priharsa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan
-
UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum
-
7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz