- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengunjungi warga Kemayoran pada Jumat, 24 April 2026, untuk menampung aspirasi masyarakat setempat.
- Tujuh RW di Kemayoran mogok mengikuti Musrenbang akibat ketidakjelasan status lahan yang menghambat perbaikan infrastruktur jalan selama 35 tahun.
- Pemprov DKI Jakarta berencana membawa permasalahan administratif lahan tersebut ke forum pengambilan keputusan lebih tinggi untuk mencari solusi.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyambangi warga di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Dalam kunjungan bertajuk "Bang Doel Nyapa Warga" tersebut, terungkap fakta mengenai aksi mogok warga terhadap agenda perencanaan pembangunan pemerintah.
Sebanyak tujuh Rukun Warga (RW) di wilayah tersebut menyatakan sikap tidak ingin lagi terlibat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Mereka merasa, tidak ada gunanya,” ujar Rano.
Persoalan ini bermuara pada status kepemilikan lahan, yang secara historis merupakan bekas kawasan Bandara Kemayoran.
“Makanya disebut tanah Kebon Kosong. Sebagian mungkin sudah milik Pemprov DKI, tapi sebagian memang milik Setneg (Sekretariat Negara),” tutur pria yang akrab disapa Bang Doel itu.
Ketidakjelasan status tanah berdampak langsung pada mandeknya pembangunan infrastruktur mendasar seperti perbaikan jalan umum.
“Kenapa? Karena ketika mau membetulkan jalan saja, kalau memang bukan lahan kita, itu tidak bisa. Memang sudah begitu regulasi pemerintahannya,” jelas Rano.
Kebuntuan administratif ini dikabarkan telah berlangsung selama hampir tiga setengah dekade.
Baca Juga: Rano Karno: Ikan Sapu-Sapu Jakarta Mau Diolah Seperti di Brasil
Rano pun terang-terangan mengakui bahwa keresahan warga tersebut merupakan aspirasi yang masuk akal, mengingat kondisi regulasi yang mengikat pemerintah.
“Bener juga, kalau Musrenbang tapi status lahannya tidak jelas, ya percuma,” kata dia.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun berencana mengambil langkah taktis untuk mengurai benang kusut yang telah membelit warga Kemayoran selama 35 tahun.
Rano menekankan bahwa persoalan krusial ini akan segera dibahas dalam forum pengambilan keputusan yang lebih tinggi.
“Insyaallah, ini harus segera dirapatkan. Kami akan cari tahu solusinya,” ucap politisi PDIP itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Gak Ada Takut-takutnya, Benjamin Netanyahu ke Sidang Umum PBB Meski Terancam Ditangkap
-
Dialami Nanik S Deyang, Benarkah Stres Bisa Sebabkan Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Dokter
-
Tren Lari Baru di Jakarta, Padukan Olahraga dan Budaya Kuliner Nusantara
-
Serangan Rudal Iran Terancam Melebar ke Laut Kaspia karena Ulah Ukraina Ini
-
6 Sepatu Lari Lokal untuk Kaki Datar, Nyaman dan Stabil Dipakai Daily Run
-
5 Tablet Harga Terjangkau dengan Baterai Tahan Lama: Mulai Rp1 Jutaan, Performa Kencang
-
Sisi Gelap Drama The East Palace: Ketika Kekuasaan Membutakan Hati Nurani
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
-
APBN Defisit, Purbaya Sepakat Barantin dan Bea Cukai Barengan Awasi Ekspor-Impor
-
Penetrasi Rendah, Edukasi Asuransi Keluarga Digencarkan di Hari Anak Nasional