- Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, personel TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon.
- Praka Rico meninggal dunia akibat luka berat setelah pangkalan UNIFIL di Adchit Al Qusayr terkena serangan peluru artileri Israel.
- Insiden di Lebanon selatan tersebut telah menewaskan enam personel UNIFIL selama konflik antara Hizbullah dan militer Israel berlangsung.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian di Lebanon.
Dalam pernyataannya, ia juga mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan yang membahayakan personel misi internasional.
Korban terbaru adalah Praka Rico Pramudia, anggota United Nations Interim Force in Lebanon asal Indonesia yang meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat serangan yang terjadi sebelumnya.
Melalui pernyataan di media sosial, Guterres mengungkapkan kesedihannya atas kehilangan tersebut.
"Saya sedih mengetahui bahwa seorang lagi penjaga perdamaian Indonesia UNIFIL telah meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah sebuah insiden pada bulan Maret, ketika sebuah peluru artileri yang ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan Israel mengenai posisi @UNIFIL di Lebanon selatan, menurut temuan awal UNIFIL," kata Guterres.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta rekan-rekan sesama penjaga perdamaian, sekaligus mendoakan pemulihan bagi personel yang masih menjalani perawatan.
"Turut berduka cita yang terdalam kepada keluarga, teman, dan rekan kerja para penjaga perdamaian yang gugur, dan saya berharap pemulihan yang cepat dan sempurna bagi yang lain yang terluka," ujarnya.
PBB mencatat, jumlah korban dari pasukan penjaga perdamaian kini terus bertambah.
Hingga saat ini, enam personel UNIFIL dilaporkan tewas dalam berbagai insiden yang terjadi di tengah eskalasi konflik antara Hizbullah dan militer Israel di wilayah Lebanon selatan.
Baca Juga: Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia
"Enam penjaga perdamaian yang bertugas dengan UNIFIL kini telah tewas dan beberapa lagi mengalami luka serius setelah insiden-insiden baru-baru ini di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel," ujarnya.
"Serangan-serangan ini harus dihentikan," imbuh dia.
Sebelumnya, UNIFIL juga mengonfirmasi bahwa Praka Rico meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di Beirut akibat luka yang dideritanya dari ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr.
"UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret," demikian keterangan resmi UNIFIL.
Misi tersebut turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia atas kehilangan yang dinilai sangat besar.
"UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-teman Kopral Pramudia serta Tentara Nasional Indonesia dan Pemerintah serta rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini," katanya.
Serangan terhadap markas UNIFIL di Lebanon selatan terjadi pada akhir Maret dan menewaskan sejumlah prajurit TNI lainnya, termasuk Praka Farizal Rhomadhon.
Insiden terpisah sehari setelahnya juga menyebabkan korban tambahan dari kontingen Indonesia dalam misi penjaga perdamaian tersebut.
Berita Terkait
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda