Suara.com - Polisi belum bisa mengungkap penyebab kebakaran hebat di PT. Mandom Indonesia, kawasan industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kebakaran menewaskan enam orang dan melukai lebih dari 50 orang.
"Tim Polda Metro sedang melakukan penyelidikan tentang penyebab kebakaran, kita memfokuskan penyebab kebakaran," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/7/2015).
Iqbal menambahkan saat ini tim Pusat Laboratorium dan Forensik Mabes Polri juga tengah melakukan olah tempat kejadian perkara di perusahaan tersebut.
"Proses olah TKP di lokasi masih berjalan, Puslabfor malah mungkin baru hari ini akan meneliti lebih jauh tentang bukti-bukti di TKP. Mengumpulkan dan mencari alat bukti. Itu adalah sop kami untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran," katanya.
Penyidik, katanya, juga akan meminta keterangan pengelola Mandom Indonesia.
"Tentunya dengan melakukan penyelidikan terhadap manajemen, pengelolaan manajemen kerja yang seharusnya alat-alat diperbarui di sana, dan sebagainya," kata dia.
"Ini bisa dikatakan kecelakaan di area kerja, maka dari itu kami akan mulai melakukan proses penyelidikan dan penyidikan," Iqbal menambahkan.
Sebab, kata Iqbal, menurut keterangan lima orang saksi yang diperiksa, mereka mendengar ledakan sebelum terjadi kebakaran.
"Menurut saksi lima orang yang baru kami periksa, terjadi ledakan yang berakibat kebakaran besar," katanya.
Jika terdapat kelalaian, kata Iqbal, polisi akan lakukan penyidikan sesuai dengan bukti-bukti di TKP dan keterangan saksi.
"Namun apabila penyebab kebakaran tersebut terjadi karena suatu hal, kita akan lakukan proses lebih lanjut," kata dia.
Sebelumnya, Direktur PT. Mandom Indonesia Tugiyono mengatakan tidak ada kebocoran gas seperti yang dikatakan beberapa karyawan yang mengaku mencium bau gas beberapa hari sebelum kebakaran, Jumat (10/7/2015).
"Prosedur pengecekan gas sesuai standard operational prosedure, diambil pengecekan dan penciuman gas. Prosedur seperti ini di cek tiap pagi," kata Tugiyono di Hotel Mahakam, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2015).
Dia juga mengatakan pabriknya sudah memasang detektor sebagai langkah antisipasi bila ada kebocoran gas.
Tugiyono menambahkan bila ada gas yang bocor, secara otomatis akan dibuang melalui cerobong.
"Di lokasi kita ada detektor, bila terjadi kebocoran gas, maka alarm akan berbunyi. Selain itu ada proses pembuangan melalui cerobong, kalau gas bocor maka langsung dialirkan ke cerobong dan dibuang," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?
-
Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar
-
Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji
-
17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram
-
Pemulihan Ekosistem Palsu Mengintai di Balik Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan