Suara.com - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa dihalangi oleh sejumlah karywan yang bekerja di kantor hukum OC Kaligis saat hendak menggeledahnya. Meskipun pada akhirnya bisa masuk, KPK menduga bahwa apa yang dilakukan oleh karyawan Kaligis adalah sebuah upaya untuk menghilangkan barang bukti perkara dugaan suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.
Menanggapi hal tersebut, salah satu kuasa hukum OC Kaligis, Tommy Apriawan menegaskan, pihaknya tidak pernah menghilangkan sejumlah alat atau barang bukti. Pasalnya kata dia, barang bukti semuanya ada di tangan M Yagari Bhastara alias Gerry, yang beberapa waktu lalu tertangkap tangan sedang melakukan suap kepada tiga hakim PTUN Medan, Sumatera Utara.
"Itu berkas semua sudah ada di Gerry. Kita ngapain nyembunyiin barang-barang begitu. Orang semua berkas ada di Gerry," kata Tommy, saat hendak mengunjungi OC Kaligis di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2015).
Saat disinggung bahwa KPK telah membenarkan ada beberapa barang bukti yang telah hilang, Tommy mengaku tidak mempersoalkannya. Menurutnya, pihaknya lebih mengetahui ketimbang lembaga yang saat ini dikepalai oleh Taufiequrachman Ruki tersebut.
"Ya, itu terserah KPK. Mau ngomong apa aja, terserah aja. Yang pasti, apa yang diomongkan oleh Pak OC Kaligis itu yang benar," jelasnya.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa pada saat pengledahan di kantor OC Kaligis, tim penyidik KPK tidak menemukan barang bukti yang dicari.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki mengamini jika pada saat tim ingin mengeledah kantor OC Kaligis, penyidik tidak mendapatkan barang bukti yang diinginkan.
Ruki yang mantan polisi tersebut juga menekankan, ayah dari artis cantik Velove Vexia itu tidak akan mungkin bisa bebas dari tuduhan yang telah diberikan KPK. Sebab menurut Ruki, pihaknya sudah memiliki alat bukti cukup kuat, agar OC Kaligis bisa ditetapkan bersalah dalam kasus suap tiga hakim PTUN Medan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Silsilah Jeffrey Epstein, Keluarganya dari Yahudi Terpandang
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat