Suara.com - Ratusan penumpang di Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, tidak terangkut karena semua tempat duduk dalam rangkaian gerbong kereta api sudah penuh.
"Semua penumpang yang tidak terangkut itu disarankan naik Commuter Line yang disediakan di Stasiun Maja," kata Kepala Stasiun Rangkasbitung Kabupaten Lebak Urip di Lebak, Minggu (26/7/2015).
Ia mengatakan, pembatasan penumpang itu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 08/2001, tentang penumpang kereta api lokal jika sudah mencapai 150 persen dari kapasitas tempat duduk maka tidak boleh melayani penjualan tiket.
"Kalau masyarakat mau protes, jangan ke PT KAI karena yang menerbitkan kebijakan itu Menteri Perhubungan," katanya.
Saepudin, penumpang tujuan Tanah Abang Jakarta mengatakan pihaknya terpaksa pergi ke Stasiun Maja untuk naik Commuter Line sesuai saran pengelola stasiun itu.
"Kami berangkat dari Rangkasbitung ke Stasiun Maja naik angkutan umum dengan ongkos Rp20.000," katanya.
Ia mengaku kecewa setelah stasiun tidak melayani tiket KA Kalimaya yang berangkat pukul 12.55 WIB dengan alasan kebijakan permen Menhub itu. Selain itu juga banyak penumpang KA Ekonomi yang berangkat pukul 13.00 WIB, 14.10 dan 14.55 WIB menuju Jakarta tidak terlayani dan disarankan naik Commuter Line.
Semestinya, kata dia, PT KAI memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan jangan sampai penumpang tidak terangkut. Apalagi, masyarakat saat ini merayakan Lebaran sehingga angkutan sangat diperlukan.
"Kami berharap Permenhub itu dicabut kembali, karena menyengsarakan masyarakat pengguna jasa angkutan KA," katanya.
Begitu pula, Abdurohman, seorang penumpang warga Kebayoran mengaku dirinya kecewa dengan adanya pembatasan penumpang tersebut.
"Kami keberatan jika naik Commuter Line karena harus mengeluarkan biaya cukup besar bersama lima anggota keluarga," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa