Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan volume penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) pada Lebaran 2015 naik sebesar 26 persen atau bertambah sebanyak 1.960.265 pengguna dibandingkan tahun lalu.
"Total penumpang KRL yang dicatat oleh KAI sejak 'H-7' sampai 'H+7' sebanyak 9.330.333 orang pada tahun ini. Angka tersebut meningkat daripada tahun kemarin yang hanya 7.370.068 orang," kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (27/7/2015).
Selain itu, ia mengatakan pengguna kereta reguler juga meningkat sebanyak delapan persen, dimana pengguna jasa kereta itu berjumlah 1.895.688 orang, naik dari 1.749.788 orang dibandingkan 2014.
Namun, menurut Edi, pada periode yang sama kenaikan jumlah pengguna jasa kereta reguler dan KRL itu tidak diikuti dengan kereta lokal.
Ia mengatakan penumpang kereta lokal pada tahun ini menurun sebesar lima persen, dimana pada 2014 tercatat sebanyak 2.147.437 orang, yang kemudian berkurang menjadi 2.036.023 orang pada 2015.
Perseroan menuturkan penurunan ini disebabkan karena adanya beberapa pembatalan perjalanan kereta lokal di sejumlah daerah.
Terkait kinerja Perseroan pada masa Lebaran 2015, Direktur Operasional KAI Herliyanto mengatakan sudah terdapat sejumlah perbaikan pelayanan pada waktu keberangkatan dan waktu kedatangan kereta.
"Operasional tahun ini lebih bagus daripada tahun lalu, untuk kereta api Lebaran 2015, ketepatan keberangkatan rata-rata mencapai 82 persen dan untuk kedatangan menjadi 39 persen, yang lebih cepat dari pada tahun kemarin dimana sebelumnya tercatat sebesar 45 persen dan empat persen," tuturnya.
Selain itu, menurut Herliyanto, peningkatan pelayanan ini juga telah diterapkan pada kinerja sehari-hari perseroan, dimana sebanyak 94 persen keberangkatan dan 52 persen kedatangan kereta pada tahun ini tepat waktu, dimana sebelumnya masing-masing berkisar pada 68 persen dan 11 persen pada 2014.
Lebih lanjut ia juga menambahkan keterlambatan keberangkatan kereta saat ini, rata-rata menjadi lima menit dari sembilan menit pada 2014, lalu rata-rata keterlambatan kedatangan menjadi 33 menit dari 53 menit," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov
-
Laras Faizati Divonis Bersalah Tapi Bebas, Bivitri: Ini Bukan Putusan Demokratis
-
Prabowo Diprediksi Reshuffle Usai Evaluasi saat Retret, Siapa saja Menteri Layak Diganti?
-
Soal Vonis Laras Faizati, Ketua Komisi III DPR Sebut Bukti Manfaat Nyata KUHP dan KUHAP Baru
-
Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi
-
Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Tak Langgar Prosedur, Pemprov: Itu Berdiri di Atas Tanah Kita