- Militer AS mengerahkan tambahan pasukan dan aset ke Timur Tengah untuk melanjutkan Operation Epic Fury melawan Iran sesuai perintah Presiden Trump.
- Operasi melibatkan serangan siber, pengerahan lebih dari 100 pesawat, dan serangan darat menghantam lebih dari 1.000 target Iran.
- Operasi ini telah mengakibatkan empat personel AS tewas, dan diperkirakan akan ada korban tambahan dalam kampanye yang berkelanjutan.
Suara.com - Militer Amerika Serikat akan mengerahkan tambahan pasukan dan aset militer ke Timur Tengah seiring berlanjutnya operasi melawan Iran. Hal itu disampaikan Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine pada Senin (3/2/2026) dalam konferensi pers di Pentagon, bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Caine menegaskan kampanye militer bertajuk Operation Epic Fury masih jauh dari selesai.
“Ini bukan operasi satu malam. Sasaran militer yang ditugaskan kepada US Central Command dan pasukan gabungan membutuhkan waktu, dan dalam beberapa kasus akan menjadi pekerjaan yang sulit dan berat,” ujarnya.
Ia mengakui empat personel AS telah tewas sejauh ini dan memperingatkan potensi bertambahnya korban.
“Kami memperkirakan akan ada kerugian tambahan, namun kami akan meminimalkan korban AS. Ini adalah operasi tempur besar,” kata Caine.
Ia juga memastikan pasukan tambahan sudah dalam perjalanan ke kawasan, termasuk penguatan untuk komandan CENTCOM Brad Cooper.
Menurut Caine, perintah operasi dikeluarkan Presiden Donald Trump pada Jumat sore waktu setempat. Unit pertahanan udara segera bersiaga menghadapi potensi balasan Iran, sementara paket serangan disiapkan dan dua gugus tempur kapal induk bergerak ke posisi luncur.
Gelombang awal melibatkan operasi siber dan antariksa AS untuk mengganggu komunikasi dan sensor Iran. Setelah itu, lebih dari 100 pesawat AS—termasuk jet tempur, tanker pengisian bahan bakar, pesawat peringatan dini, platform perang elektronik, pembom jarak jauh, dan sistem nirawak—dikerahkan dari darat dan laut. Serangan siang hari ini mengikuti apa yang disebut Caine sebagai “pemicu” oleh militer Israel, dengan dukungan intelijen AS.
AS juga memberikan intelijen kepada Israel terkait lokasi Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan pertemuan tingkat tinggi di Teheran, yang kemudian berujung pada serangan Israel yang menewaskan Khamenei.
Baca Juga: Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
Dalam 24 jam pertama, pasukan AS menghantam lebih dari 1.000 target, memprioritaskan personel, simpul komando-kendali, aset laut, situs rudal balistik, dan infrastruktur intelijen. Pembom siluman B-2 dilaporkan menjalankan misi pulang-pergi dari AS untuk menjatuhkan bom penetrator 2.000 pon ke fasilitas bawah tanah rudal balistik.
Caine memuji kinerja sistem pertahanan AS dan koordinasi dengan mitra regional. Ia menyebut jaringan pertahanan udara dan rudal terintegrasi bekerja sesuai desain, dengan kontribusi dari Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi.
Ia juga menanggapi insiden salah tembak di Kuwait yang menjatuhkan tiga jet F-15 AS.
“Semua awak selamat, dan ini bukan tembakan musuh,” katanya.
Pengerahan tambahan ini berlangsung di tengah eskalasi regional menyusul serangan AS–Israel ke Iran dan balasan Teheran berupa rudal serta drone ke Israel dan negara-negara Teluk. Sejumlah fasilitas energi dan infrastruktur sipil terdampak, sementara beberapa negara Teluk meningkatkan kesiagaan pertahanan udara. Di saat yang sama, Washington menegaskan operasi akan berlanjut.
“Kami bisa mempertahankan dan meningkatkan pertempuran, dan kami akan menang,” kata Caine, menandai kemungkinan operasi berjangka panjang di kawasan.
Berita Terkait
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Simalakama Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Bakal Jatuhkan Sanksi Berat
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana
-
Wamen Imigrasi Silmy Karim Diburu KPK Terkait OTT, Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA?
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pendidikan di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu
-
Jadi Tersangka Korupsi MBG, Berapa Harta Kekayaan Dadan Hindayana?
-
KPK Sita Deretan Kendaraan Mewah dari OTT Imigrasi Jakbar, Ada Triumph hingga Mercy
-
Selain Mark-up Motor hingga Sepatu MBG, Dadan Cs Diduga Loloskan SPPG Tak Penuhi Syarat
-
Bongkar Gurita Korupsi MBG! Kejagung Temukan Banyak Yayasan SPPG Dadan Cs di Seluruh Indonesia
-
Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran
-
Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila