- Militer AS mengerahkan tambahan pasukan dan aset ke Timur Tengah untuk melanjutkan Operation Epic Fury melawan Iran sesuai perintah Presiden Trump.
- Operasi melibatkan serangan siber, pengerahan lebih dari 100 pesawat, dan serangan darat menghantam lebih dari 1.000 target Iran.
- Operasi ini telah mengakibatkan empat personel AS tewas, dan diperkirakan akan ada korban tambahan dalam kampanye yang berkelanjutan.
Suara.com - Militer Amerika Serikat akan mengerahkan tambahan pasukan dan aset militer ke Timur Tengah seiring berlanjutnya operasi melawan Iran. Hal itu disampaikan Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine pada Senin dalam konferensi pers di Pentagon, bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Caine menegaskan kampanye militer bertajuk Operation Epic Fury masih jauh dari selesai. “Ini bukan operasi satu malam. Sasaran militer yang ditugaskan kepada US Central Command dan pasukan gabungan membutuhkan waktu, dan dalam beberapa kasus akan menjadi pekerjaan yang sulit dan berat,” ujarnya.
Ia mengakui empat personel AS telah tewas sejauh ini dan memperingatkan potensi bertambahnya korban.
“Kami memperkirakan akan ada kerugian tambahan, namun kami akan meminimalkan korban AS. Ini adalah operasi tempur besar,” kata Caine.
Ia juga memastikan pasukan tambahan sudah dalam perjalanan ke kawasan, termasuk penguatan untuk komandan CENTCOM Brad Cooper.
Menurut Caine, perintah operasi dikeluarkan Presiden Donald Trump pada Jumat sore waktu setempat. Unit pertahanan udara segera bersiaga menghadapi potensi balasan Iran, sementara paket serangan disiapkan dan dua gugus tempur kapal induk bergerak ke posisi luncur.
Gelombang awal melibatkan operasi siber dan antariksa AS untuk mengganggu komunikasi dan sensor Iran. Setelah itu, lebih dari 100 pesawat AS—termasuk jet tempur, tanker pengisian bahan bakar, pesawat peringatan dini, platform perang elektronik, pembom jarak jauh, dan sistem nirawak—dikerahkan dari darat dan laut. Serangan siang hari ini mengikuti apa yang disebut Caine sebagai “pemicu” oleh militer Israel, dengan dukungan intelijen AS.
AS juga memberikan intelijen kepada Israel terkait lokasi Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan pertemuan tingkat tinggi di Teheran, yang kemudian berujung pada serangan Israel yang menewaskan Khamenei.
Dalam 24 jam pertama, pasukan AS menghantam lebih dari 1.000 target, memprioritaskan personel, simpul komando-kendali, aset laut, situs rudal balistik, dan infrastruktur intelijen. Pembom siluman B-2 dilaporkan menjalankan misi pulang-pergi dari AS untuk menjatuhkan bom penetrator 2.000 pon ke fasilitas bawah tanah rudal balistik.
Baca Juga: Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
Caine memuji kinerja sistem pertahanan AS dan koordinasi dengan mitra regional. Ia menyebut jaringan pertahanan udara dan rudal terintegrasi bekerja sesuai desain, dengan kontribusi dari Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi.
Ia juga menanggapi insiden salah tembak di Kuwait yang menjatuhkan tiga jet F-15 AS.
“Semua awak selamat, dan ini bukan tembakan musuh,” katanya.
Pengerahan tambahan ini berlangsung di tengah eskalasi regional menyusul serangan AS–Israel ke Iran dan balasan Teheran berupa rudal serta drone ke Israel dan negara-negara Teluk. Sejumlah fasilitas energi dan infrastruktur sipil terdampak, sementara beberapa negara Teluk meningkatkan kesiagaan pertahanan udara. Di saat yang sama, Washington menegaskan operasi akan berlanjut.
“Kami bisa mempertahankan dan meningkatkan pertempuran, dan kami akan menang,” kata Caine, menandai kemungkinan operasi berjangka panjang di kawasan.
Berita Terkait
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Simalakama Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Bakal Jatuhkan Sanksi Berat
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Ancaman Perang Timur Tengah, DPR Desak Travel Jamin Keamanan dan Kepulangan Jamaah Umrah
-
PM Anwar Ibrahim Sanjung Try Sutrisno 'Negarawan Sejati': Malaysia Berduka Sedalam-dalamnya