Suara.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pujo Nugroho menjalani pemeriksaan selama 14 jam oleh Penyidik KPK, di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015). Ia mengaku pemeriksaan selama lebih dari setengah hari tersebut dicecar dengan 27 pertanyaann oleh penyidik kasus suap hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara yang dilakukan oleh Anak Buah O.C. Kaligis, M Yagary Bhastara Guntur alias Gerry.
"Iya, ini merupakan pemeriksaan kedua saya, pada permeriksaan pertama saya ditanya dengan 28 pertanyaan, hari ini sekitar 25-27 pertanyaan," kata Gatot usai menjalani pemeriksaan.
Sementara itu, istrinya Evy Susanti yang menyusulnya dari Belakang saat keluar dari Gedung KPK hanya tertunduk dan tidak menjawab pertanyaan para wartawan. Pasangan yang keluar pada pukul 23.49 WIB tersebut, setelah menjawab pertanyaan wartawan langsung menuju mobil yang sudah stand by di pelataran Gedung KPK.
Untuk diketahui, Gatot dan istrinya dijadwalkan oleh penyidik KPK pada Senin sebagai saksi buat Gerry. Kasus ini terungkap setelah terjadinya operasi tangkap tangan yang dilakukan tim satgas KPK di Kantor PTUN Medan, dimana berhasil mengamankan lima orang yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Pengembangan kasus ini pun terus dilakukan KPK, sehingga kemudian berhasil menjerat Pengacara Kondang O.C. Kaligis menjadi tersangka. Dan hingga saat ini, KPK masih membuka kemungkinan bahwa masih ada pihak lain yang terkait dengan kasus ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk