Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta mengkritik sikap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang memberikan bantuan dana atau honor kepada anggota Polri dan TNI yang berniat membantu membersihkan Jakarta.
"Sebaiknya kalaupun mau kasih ya masukin ke hibah. Kan ada hibah ke instansi terkait, nah itu lebih baik secara aturan. Saya kasih contoh, misalnya hibah untuk Kodam kan untuk beresin kali Ciliwung, itu kan kali pemerintah pusat dan pemda nggak bisa sentuh. Tapi kalau nggak diberesin kan akan banjir? Maka kita minta bantuan Kodam," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7/2015).
Taufik juga menanyakan kebijakan Ahok menyusul Pergub Nomor 138 Tahun 2015 pada 3 Maret 2015 tentang honor buat personil TNI atau Polri apabila membantu pemerintah DKI.
Honor itu sebesar Rp250 ribu per hari untuk setiap orang dan uang makan paling banyak Rp38 ribu per hari untuk setiap orang.
"Nah dia kerja dimana? BKO (Bantuan Kendali Operasi) kan ada ketentuannya. Budgetnya berapa? Memang bisa diprediksi demo tiap hari? Saya khawatir kalau dikasih harga jadinya transportasi dan uang makan. Itu menurut saya double budget. Sebaiknya dimasukan ke hibah itu kalau mau," tegas Taufik.
Politisi Partai Gerindra yang kerap bersebarangan dengan Ahok itu mengaku, nantinya anggota Dewan melalui Komisi A akan memanggil pihak eksekutif terkait kebijakan tersebut.
"Jadi nanti akan dimintai keterangannya (eksekutif) karena kasihan kalau sudah dipakai dan keluar lagi uangnya bagaimana?” katanya lagi.
aufik menyarankan, jika pemerintah DKI ingin membantu TNI Polri lebih baik dimasukan ke dana hibah dan langsung diberikan. Bukan memberikan honor kepada setiap personil TNI/ Polri yang membantu DKI.
"Itu bantuan dari pos sosial ya untuk apa? Memang itu untuk sosial? Sosial ya buat warga miskin. Lebih baik masukin ke dana hibah. Saya cenderung relatif tidak setuju (untuk honor harian TNI Polri) karena itu lebih akan melanggar aturan," tegas Taufik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Antrean Mengular di SPBU Bali, Ini Janji Pertamina
-
Gagal Panen Meluas! BI Ungkap Ancaman Nyata El Nino ke Ekonomi Sulsel
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan