Suara.com - Malang benar nasib bocah lelaki berusia enam tahun dan adik perempuannya yang berumur empat tahun asal Cina ini. Sejak bayi, mereka tinggal di sebuah kandang anjing di wilayah Liuhe, Nanjing.
Oleh sejumlah pekerja sosial, kedua anak itu diselamatkan dari kandang yang jadi tempat tinggal sekitar 50 ekor anjing itu. Setiap hari, keduanya menghabiskan waktu bermain di dalam kandang anjing. Di malam harinya mereka tidur di sebuah minibus bekas tak jauh dari kandang.
Lansiran Tencent News, keduanya hanya makan makanan anjing atau makanan yang mereka temukan di tumpukan sampah dari pasar. Jika haus, mereka minum dari genangan air di tanah atau dari sungai terdekat.
Menurut warga setempat, anak-anak itu berasal dari Provinsi Anhui. Setelah ditinggalkan ibunya, sang ayah menitipkan kedua anak itu kepada kakek mereka. Yu Congqiu, sang kakek, adalah pemilik dari kandang anjing yang mereka jadikan tempat tinggal itu.
Sang kakek mengatakan, dirinya terpaksa menyuruh anak-anak itu tinggal di kandang anjing. Alasannya, penghasilannya kecil dan ia pun tidak punya tempat tinggal kecuali minibus dan kandang anjing.
Mendengar kabar soal dua anak malang itu, organisasi relawan setempat memutuskan untuk terjun dan menolong mereka. Organisasi relawan sudah menemukan keluarga angkat yang mau mengasuh keduanya. Mereka juga mengajak para pecinta hewan untuk membeli anjing-anjing milik kakek Yu. (Shanghaiist)
Berita Terkait
-
Daftar 18 Kandang Tim Super League 2026/2027, Persija Pakai Dua Stadion Ini
-
Bikin Jantung Deg-degan! Anak Kecil Nyemplung ke Kandang Gajah Saat Liburan
-
Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi
-
Perempuan yang Menyeret Rambutnya Tengah Malam di Kandang Ayam Lek No
-
Misteri Pesugihan Kandang Bubrah dan Tumbal Manusia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT