News / Nasional
Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:39 WIB
Sales Promotion Girl atau SPG ala pramugari di mall hewan kurban Haji Doni, Depok, Jawa Barat. [Suara.com/Tsabita]
Baca 10 detik
  • Nayla, mantan staf showroom mobil, kini melayani pelanggan hewan kurban di Mall Hewan Kurban Haji Doni, Depok.
  • Ia beradaptasi dengan kondisi kandang yang panas dan berbau menyengat sambil menerapkan standar pelayanan profesional bagi pembeli.
  • Selain melayani konsumen, ia mempelajari karakteristik hewan melalui aplikasi digital serta membantu perawatan sapi di lokasi tersebut.

Suara.com - Aroma parfum yang melekat di tubuh Nayla seolah beradu dengan bau khas kandang yang memenuhi udara.

Di tengah lenguhan ratusan sapi dan lantai yang sesekali becek oleh sisa pakan maupun kotoran ternak, perempuan muda itu tetap berdiri rapi dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

Pemandangan tersebut mungkin sulit dibayangkan beberapa pekan lalu. Sebab, sebelum berada di Mall Hewan Kurban Haji Doni di kawasan Jalan Akses UI, Depok, Nayla terbiasa bekerja di lingkungan yang jauh berbeda: showroom mobil.

Kini, bekas bangunan showroom yang dulu dipenuhi kendaraan mewah itu berubah menjadi pusat penjualan hewan kurban. Aroma jok kulit dan pendingin ruangan berganti dengan bau sapi yang menyengat. Namun di tengah suasana kandang itulah konsep pelayanan ala "pramugari" dihadirkan.

Nayla menjadi salah satu wajah yang menyambut para calon pembeli. Dengan penampilan yang tetap terjaga, ia menawarkan pengalaman berbelanja hewan kurban yang berbeda dari pasar ternak pada umumnya.

Peralihan dari dunia otomotif ke penjualan hewan kurban diakuinya sebagai pengalaman yang sama sekali baru.

"Sebelumnya aku di showroom mobil, itu biasanya customer yang mau cari mobil, kalo sekarang nyari yang mau cari hewan kurban, jadi berbeda pengalaman baru aja," ujar Nayla saat ditemui Suara.com di sela aktivitasnya, Kamis (21/5/2026).

Deretan sapi di mall hewan kurban Haji Doni, Depok, Jawa Barat. [Suara.com/Tsabita]

Kaget dengan Bau dan Panas Kandang

Meski datang dengan semangat mencari pengalaman baru, Nayla mengaku sempat mengalami kejutan saat pertama kali bekerja di lokasi tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Jaktim Larang Lapak Kurban di Trotoar, Nekat Bakal Ditegur dan Ditertibkan!

Bau sapi yang begitu kuat serta suhu panas di dalam area penjualan menjadi tantangan yang harus segera ia hadapi. Berbeda dengan showroom berpendingin udara, aktivitasnya kini berlangsung di tengah kandang terbuka yang hanya dibantu hembusan kipas angin besar.

"Kaget sih kaget banget, karena kan ini bau ya. Baunya, bau sapi banget, khas banget, terus panas juga, tapi lama-lama kebiasa sih," kenang Nayla.

Rasa tidak nyaman sempat muncul pada awal-awal bekerja. Namun seiring waktu, ia mulai terbiasa dengan kondisi tersebut.

"Pastinya risih banget sih karena bau banget, cuma karena udah kebiasa jadi nggak papa sih, kita biasanya juga makan minum udah di sini, jadi udah kebiasa aja," tambahnya.

Belajar Mengenali Sapi Lewat Aplikasi

Tak hanya dituntut ramah melayani pelanggan, para staf perempuan di Mall Hewan Kurban Haji Doni juga dibekali pengetahuan dasar mengenai hewan yang mereka jual.

Load More