Suara.com - Dua orang di Polandia menemukan sebuah kereta milik Nazi Jerman yang selama ini hilang menjelang berakhirnya Perang Dunia II. Rumornya, kereta tersebut hilang saat mengangkut permata dan senjata.
Otoritas Distrik Walbrzych, Polandia, mengatakan bahwa pihaknya dihubungi oleh sebuah firma hukum yang mewakili seorang warga negara Polandia dan warga negara Jerman penemu kereta tersebut. Keduanya meminta bagian 10 persen atas temuan tersebut.
"Pengacara, tentara, polisi dan pemadam kebakaran yang mengurusi masalah ini," kata Marika Tokarska, seorang pejabat dewan Distrik Walbrzych kepada Reuters.
"Lokasi tersebut belum pernah diekskavasi sebelumnya dan kami belum tahu apa yang mungkin kami temukan," lanjut Marika.
Lansiran media setempat, kereta tersebut hilang pada tahun 1945. Kereta tersebut sarat barang rampasan dari kota Breslau, yang kala itu masuk bagian Jerman. Saat ini Breslau berganti nama menjadi Wroclaw dan masuk bagian Polandia.
Media lain menyebut, kereta tersebut adalah kereta lapis baja yang dimiliki militer Nazi Jerman, Wehrmacht. Sementara itu, Radio Wroclaw merilis cerita rakyat yang mengisahkan bahwa kereta tersebut masuk ke terowongan Ksiaz Castle di kawasan pegunungan Lowe Silesian dan tidak pernah lagi keluar. Berdasarkan cerita tersebut, terowongan tersebut kini sudah ditutup dan sudah lama dilupakan.
Radio Wroclaw menyebut, kereta sepanjang 150 meter tersebut membawa senjata, peralatan industri, permata, dan harta berharga lainnya. Marika mengatakan, dirinya belum mendapat rincian lokasi ataupun isi dari kereta yang hilang tersebut. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Jurgen Habermas, Filsuf Ternama dan Tokoh Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi